Kecelakaan Pesawat

Tragedi Chapecoense, Ratapan Pilu Seorang Ayah Ditinggalkan Putri Cantiknya

Jorge Aria, wartawan terkenal Bolivia, meratapi akhir hidup putrinya yang cantik yang turut menjadi korban tewas dalam kecelakaan pesawat.

Tragedi Chapecoense, Ratapan Pilu Seorang Ayah Ditinggalkan Putri Cantiknya
Facebook
Kopilot pesawat jatuh di Kolombia, Sissy Arias, (kiri), bersama abangnya dalam sebuah posting di Facebook. Pesawat yang dipilotinya jatuh di Kolombia menewaskan 71 orang. 

WARTA KOTA, JAKARTA - Jorge Aria, wartawan terkenal Bolivia, meratapi akhir hidup putrinya yang cantik yang turut menjadi korban tewas dalam kecelakaan pesawat carteran Bolivia yang jatuh di Kolombia saat mengangkut delegasi klub sepak bola divisi utama Brasil, Chapecoense.

Sissy Arias Paraviciny (29), anaknya, adalah kopilot pesawat naas itu saat terbang dari Bolivia mengangkut delegasi tim sepak bola Brasil ke Medellin, untuk pertandingan final sebuah turnamen besar di Amerika Selatan.

Jorge Arias lalu memposting pesan memilukan di media sosial, meratapi putrinya yang cantik itu.

Dia nenulis, "Semoga Tuhan menjaga dia dalam kemuliaan-Nya. Putriku, aku sayang kamu, aku sayang kamu, dan aku akan selalu menyayangi kamu. Sayang, aku enggak tahu akan seperti apa hidupku tanpa kamu. Sisyta, putriku selamanya."

Sissy sedang berlatih menjadi pilot dan dia dikenal luas di Bolivia sebagai model.

Sang ayah bergegas terbang ke Kolombia untuk mengidentifikasi jenazah putrinya tercinta.

Arias dan istrinya masih sulit menerima kenyataan putrinya telah tiada. "Istriku merasa Sisy masih hidup, padahal kami tahu bencana itu sudah terkonfirmasi."

Arias mengaku sempat berbicara dengan putrinya sebelum dia terbang ke Kolombia. Saat itu mereka berjanji untuk bertemu Sabtu setelah semua urusan selesai di Kolombia.

Kakaknya, Junior Arias Paravicini, juga menulis di Facebook: "Adikku, aku akan selalu merindukanmu sepanjang sisa hidupku, aku tak punya kalimat untuk melukiskan semua rasa sakit dan kekosongan yang kamu rasakan."

Dia meneruskan, "Kamu adalah belahan jiwaku dan kamu telah meninggalkanku, kamu telah meninggalkan kami, bagi ayah kita, bagi putra-putramu, bagi saudara-saudaramu dan bagi semua orang yang menyayangimu, kamu adalah orang paling mulia yang pernah dikenal, semoga bisa bertemu lagi dengan kamu manakala Tuhan ada di akhir jalanku."

Menurut Daily Star, ada sembilan awak yang bekerja pada pesawat naas itu, dan hanya dua orang yang selamat. Keduanya adalah Ximena Suarez, pramugari, dan Edwin Tumiri, teknisi pesawat. Mereka berdua berhasil ditarik hidup-hidup dari bangkai pesawat. (Antara)

Ikuti kami di
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Antara
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help