Home »

News

» Jakarta

Pilkada DKI Jakarta

Disiarkan Secara Live, KPU DKI: Ahok Boleh Pakai Kemeja Kotak-kotak

Ketua KPU DKI Sumarno menanggapi kelengkapan berkas perkara yang dinyatakan sudah lengkap (P21) atas tersangka gubernur non-aktif, Basuki T Purnama.

Disiarkan Secara Live, KPU DKI: Ahok Boleh Pakai Kemeja Kotak-kotak
Faizal Rapsanjani
Ahok dan Djarot di kantor PSI, Jalan KH Wahid Hasyim, Senin (28/11/2016). 

WARTA KOTA, PALMERAH -Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI, Sumarno, menanggapi kelengkapan berkas perkara yang dinyatakan sudah lengkap (P21) atas tersangka gubernur non-aktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Sumarno menuturkan, KPU DKI baru akan membatalkan pencalonan Ahok apabila telah menjadi terpidana dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara.

Untuk diketahui, Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU), No 9 Tahun 2016, pasal 88 ayat 1 butir b menyebutkan:

Baca: Pelayanan Publik Melambat Saat Ahok Cuti, Begini Kata Plt Gubernur DKI

"Pasangan Calon terbukti melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun atau lebih berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, sebelum hari pemungutan suara."

Ahok menurut Sumarno, tetap dapat melakukan kampanye selama belum putusan pidana. Termasuk memakai kemeja kotak-kotak, khas calon gubernur nomor urut dua itu ketika menjalani persidangan.

"Iya boleh (pakai kemeja kotak-kotak),"

Pasalnya, kemeja kotak-kotak yang menjadi trademark itu bukan merupakan alat peraga kampanye, sesuai aturan KPU DKI seperti Baliho, Reklame, Umbul-umbul, dan Spanduk.

Pun Ahok tetap dapat menjalankan aktifitas kampanyenya, selama Ahok belum mendapat kepastian hukum (incraht).

Baca: Begini Kata Ahok Jika Dirinya Dipidana Atas Dugaan Penistaan Agama

"Meskipun nanti berstatus terdakwa, tidak akan menggugurkan pencalonannya sebagai Cagub. Dia tetap bisa kampanye dan mengikuti tahapan lainnya," kata Sumarno kepada Warta Kota, Rabu (30/11/2016).

Ajang pembuktian

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Hertanto Soebijoto
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help