Warga Graha Cinere I Minta Lahan Pemakaman Disediakan Pengembang

Sekitar 300 warga Perumahan Graha Cinere I, Limo, Depok menuntut pengembang menyediakan lahan pemakaman di perumahan itu.

Warga Graha Cinere I Minta Lahan Pemakaman Disediakan Pengembang
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Drainase rusak dan tak memadai akibatkan banjir di perumahan graha cinere I dan kerap makan korban. 

WARTA KOTA, DEPOK-Sekitar 300 warga atau kepala keluarga di Perumahan Graha Cinere I, Limo, Depok menuntut adanya lahan pemakaman kepada warga mereka yang meninggal dunia agar disediakan oleh pengembang.

Sebab selama ini, warga Perumahan Graha Cinere I yang meninggal dunia, keluarganya selalu kesulitan mencari lahan pemakaman, selain penyediaan lahan makam adalah kewajiban pengembang saat membangun perumahan berdasarkan peraturan yang ada.

Hal itu dikatakan Ketua RW 12 Perumahan Graha Cinere, Kelurahan Limo, Yakub kepada Warta Kota, Selasa (29/11/2016).

"Sejak perumahan kami dibangun tahun 1993 oleh pengembang, mereka menjanjikan memenuhi semua fasilitas sesuai aturan yang berlaku termasuk lahan pemakaman warga. Namun sampai kini dimana lahan itu tidak jelas, dan kami tidak diberi informasinya" kata Yakub.

Karenanya kata dia sudah beberapa kali warganya kesulitan saat mengurus pemakaman jenasah keluarga mereka.

"Warga harus membayar lebih mahal untuk mendapatkan lahan pemakaman yang semestinya disediakan pengembang khusus untuk warga perumahan Graha Cinere," kata Yakub.

Menurut Yakub, sampai saat ini pengembang belum menyerahkan semua asset fasos fasum perumahan mereka ke Pemkot Depok.

Warga memahami bahwa ketersediaan semua fasos fasum termasuk lahan pemakaman harus disediakan pengembang yakni PT Megapolitan Developments.

"Sampai sekarang bagaimana gambar lengkap perumahan kami berikut fasos fasumnya yang dibuat pengembang tidak jelas. Padahal pengembang perumahan kami adalah pengembang besar," katanya.

Rusmali, warga Perumahan Graha Cinere I lainnya berharap Pemkot Depok turun tangan untuk memediasi hal ini dan mendesak pengembang untuk memenuhi kewjibannya.

"Meski masih tanggung jawab pengembang, Pemkot Depok mesti membantu dan memfasilitasi kami. Sebab Pemkot Depok juga yang memberikan izin ke pengembang untuk membangun perumahan yang sekarang kami tempati," katanya.

Ia mengatakan warga melalui RT dan RW sudah melaporkan dan mendesak hal ini baik ke pengembang dan Pemkot Depok.

"Namun sampai saat ini tidak ada pembicaraan dan niat baik semua pihak atas tuntutan kami ini," katanya.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved