Pemkot Depok Panggil Pengembang Terminal Terpadu Depok

Pemkot Depok kembali memanggil pengembang mega proyek Terminal Terpadu Kota Depok, PT Andyka Investa, serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Pemkot Depok Panggil Pengembang Terminal Terpadu Depok
Maket Terminal Terpadu Depok 

WARTA KOTA, DEPOK - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok kembali memanggil pengembang mega proyek Terminal Terpadu Kota Depok, PT Andyka Investa, serta sejumlah pihak terkait lainnya mengenai kelanjutan pembangunan terminal di Jalan Margonda Raya itu, yang sampai kini pengerjaanya belum juga dilakukan.

Padahal pengerjaan sudah beberapa kali molor dan diundur.

Terakhir pengembang berjanji pengerjaan konstruksi bangunan utama sudah bisa dimulai pertengahan 2016.

Namun sampai menjelang akhir 2016 ini, tidak ada tanda-tanda pengerjaan proyek dilakukan.

Baca: Kapan Terminal Terpadu Depok Mulai Dibangun?

Pemanggilan akan dilakukan dalam waktu dekat

Hal itu dikatakan Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna, Minggu (27/11/2016).

"Kami sudah panggil untuk mempertanyakan semua kendala yang ada di lapangan dan kami tegaskan, tidak ada adendum baru. Selain itu pengembang harus sesuai janji, dan kami minta pembangunan dilakukan segera" katanya.

Menurut Pradi beberapa waktu lalu pihaknya sudah membedah hambatan terhambatnya proyek ini dan diketahui ada kendala internal di pengembang atau PT Andyka Investa.

"Kami mau tegas aja, mereka punya duit apa ngga. Karena kami tidak mau dimain-mainkan kemudian tersangkut dengan persoalan hukum," katanya.

Seperti diketahui mega proyek Terminal Terpadu Depok senilai Rp 1,3 Triliun ini direncanakan sudah bisa rampung 2017 mendatang.

Terminal akan dibangun terintegrasi dengan Stasiun KA dan diklaim menjadi yang termegah, karena dilengkapi dengan mega blok komersil, hotel dan apartemen 30 lantai.

Bahkan, kenyamanan terminal diklaim akan setara dengan bandara.

Baca: Pengembang Terminal Terpadu Depok Keluhkan Lamanya SK Tim Pengawas

Dana pembangunan terminal di lahan seluas 2,6 hektar milik Pemkot Depok itu, sepenuhnya berasal dari investor PT Andyka Investa dengan perjanjian serah guna bangun dalam 30 tahun.

Dimana setelah selama 30 tahun semua aset blok komersil, hotel dan apartemen menjadi milik Pemkot Depok. Selain itu selama 30 tahun, tiap tahunnya Pemkot Depok meneria fee dari pengembang sekitar Rp 1,3 miliar.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved