Properti

Harga Jual-Sewa Kantor Turun, Ini Penyebabnya

Tren ini terjadi karena pasokan properti jenis perkantoran komersial dinilai sudah melebihi permintaan.

Harga Jual-Sewa Kantor Turun, Ini Penyebabnya
Warta Kota/Alex Suban
Jakarta dengan gedung-gedung tinggi yang menjulang. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- PERTUMBUHAN ekonomi Indonesia tahun ini masih stagnan. Kondisi ini berpengaruh terhadap bisnis properti.

Permintaan di sektor ini masih belum terlalu mengalami kenaikan. Bahkan di sektor komersial perkantoran ada tren penurunan harga.

Country General Manager Rumah123.com Ignatius Untung mengatakan, ada kecenderungan terjadi penurunan harga sewa-jual perkantoran di Jakarta.

Tren ini terjadi karena pasokan properti jenis perkantoran komersial dinilai sudah melebihi permintaan.

"Ada beberapa gedung tahun lalu kami cari-cari, harganya tidak bisa dinegosiasikan. Sekarang gedung yang sama harganya turun bisa sampai 25-30 persen," ujar Ignatius Untung, seperti dikutip KompasProperti,  Selasa (22/11).

Di koridor TB Simatupang, Jakarta Selatan, misalnya, harga perkantoran kelas menengah sangat terpengaruh oleh bisnis minyak dan gas yang saat ini mengalami penurunan.

Pasalnya, kebanyakan perusahaan yang menyewa ruang kantor di koridor ini, bergerak di bidang minyak dan gas.

Untung memaparkan, kondisi pasokan yang berlebih ini sudah terjadi 2-3 tahun terakhir.

Saat ini, sewa area kantor dengan luas 250 meter persegi-350 meter persegi di Central Business District (CBD) Kuningan berkisar Rp 3 miliar setahun.

Harga sewa kantor di koridor TB Simatupang juga tidak jauh dari harga tersebut.

“Pasokan yang berlebih ini karena tren yang berkembang saat ini adalah tidak semua orang bekerja di kantor. Kebanyakan para pekerja beralih profesi menjadi pengusaha dan bahkan bekerja di kedai kopi menggunakan co-working space. Selebihnya, ada pula yang memanfaatkan virtual office (kantor maya). Dengan virtual office urusan kantor bisa dijalankan secara online. Jadi persaingan lumayan tambah ketat di sektor perkantoran komersial,” jelasnya.

Akibat dari persaingan ini, tambah dia, beberapa pengelola memilih menjatuhkan harga untuk menarik penyewa.

Dengan demikian, meski tidak mendapat keuntungan secara penuh, ruang kantor masih diokupansi oleh penyewa.

"Buat investasi, kita lihat jangka pendek bagus karena harganya relatif murah. Tapi karena pasokan melimpah, cari sewa (penyewa)-nya susah dan balik (modal) lebih lama," kata Untung. (ron) 

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved