Pilkada DKI Jakarta

Begini Strategi Ahok Lewat Rencana Jaringan 4,5G

Ahok menginginkan seluruh gedung dan jalan di Ibu Kota memiliki jaringan internet 4,5G pada 2018 mendatang.

Begini Strategi Ahok Lewat Rencana Jaringan 4,5G
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat mendengar pengaduan warga di Rumah Lembang, Jakarta, Senin (15/11/2016). Setiap pagi, dari Senin hingga Jumat, Ahok akan menerima pengaduan warga mengenai permasalahan Ibu Kota di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta. 

Laporan wartawan Wartakotalive.com, Faizal Rapsanjani

WARTA KOTA, MENTENG - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memaparkan strategi lewat pemanfaatan teknologi, yang digunakan untuk menjalani visi, misi, serta program yang diusung dalam pilgub DKI 2017.

Menurut calon gubernur DKI petahana itu, pemanfaatan teknologi akan mempermudah dirinya dalam menjalankan program serta memenuhi prinsip transparansi dan keterbukaan data.

Oleh karenanya, Ahok menginginkan seluruh gedung dan jalan di Ibu Kota memiliki jaringan internet 4,5G pada 2018 mendatang.

Rencananya, pemasangan jaringan internet 4,5G, akan berjalan beriringan dengan program pengembangan Jakarta Smart City.

"Kalau di luar gedung, (internet) kita 11-12 sama Singapura. Kita punya persoalan di dalam gedung enggak bisa nyediain fasilitas fiber optik,"

"Kami perkirakan 2018 waktu Asian Games, semua gedung di Jakarta termasuk jalan enggak hanya 4G, tapi juga 4,5G," jelasnya, di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (25/11).

Selain itu, memanfaatkan teknologi, Ahok berencana menanam 6.000 CCTV  guna mengontrol para pekerja soal kebersihan dan keamanan.

"Setelah visi, misi, program, kita punya strategi data yang terbuka. Data kami bisa dipakai dengan aplikasi. Untuk menjalankan strategi punya kebijakan lewat Smart City. Kami ada 6.000 CCTV yang mendeteksi muka orang,"

"Keamanan juga menggunakan CCTV, bagaimana mengontrol belasan ribu orang kerja di kebersihan, tata air, kami gunakan teknologi," jelasnya.

Adanya pemanfaatan teknologi berbasis smart city, Ahok berharap kelak jika konsepnya berjalan ditujukan untuk kenyamanan masyarakat.

"Kami gunakan teknologi online. Perjanjian dibuat online. Model ini kita lakukan supaya kehidupan kita jadi nyaman. Teknologi bisa dibeli, yang susah kalau Bapak-Ibu enggak mau berpartisipasi," tutupnya.

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved