Pemilik Metromini Ogah Gabung dengan TransJakarta

Para pemilik Metromini ogah bergabung dengan Transjakarta karena menilai pendapatannya Rp 2,5 juta per bulan terlalu rendah.

Pemilik Metromini Ogah Gabung dengan TransJakarta
Warta Kota/Bintang Pradewo
Petugas Dishub DKI Jakarta memberikan surat tilang kepada sopir Metromini di Terminal Blok M karena belum menurunkan tarif. 

WARTA KOTA, PALMERAH-Pemilik bus Metromini enggan bergabung dengan PT Transportasi Jakarta (TransJakarta). Pasalnya, mereka hanya mendapatkan penghasilan Rp 2,5 juta per bulan.

Padahal, dengan bus Metromini yang saat ini dioperasikan, mencapai Rp 5 juta per bulan.

Seperti yang dikatakan oleh salah satu pengusaha Metromini, Leonardo Tampubolon (39). Bahwa penghasilan yang ditawarkan pihak TransJakarta sangat kecil.

"Kalau kami hanya mendapatkan Rp 2,5 juta per bulan untuk apa? Kami dengan bus Metromini kondisi seperti saat ini saja bisa dapat sampai Rp 5 juta per bulan. Kami enggan bergabung jika begini," tegas Leonardo, ketika dihubungi Warta Kota, Minggu (20/11/2016).

Penghasilan Rp 5 juta itu menurut Leonardo merupakan penghasilan bersih. Uang itu sudah diterima selepas membayar kebutuhan untuk maintenance, seperti bensin, ganti oli, ban, dan lainnya.

Apalagi, lanjut Leonardo, yang memberatkan yaitu untuk bergabung dan melakukan revitalisasi busnya, harus membayar uang muka Rp 150 juta.

"Padahal rata-rata pengusaha mau bergabung. Tapi kami merasa berat dengan syaratnya. DP 150 juta untuk harga bus Rp 700 juta, cukup tinggi," katanya.

Bus yang ditawarkan aalah Mitsubishi. Namun ia berharap agar bisa mendapatkan penghasilan diatas Rp 5 juta per bulan. Serta DP dibawah Rp 100 juta.

"Kalau dengan operator lain kenapa bisa memberikan penghasilan Rp 10 juta per bulan? Kenapa dengan Metromini tidak bisa?" tegasnya.

Tidak Ambil Pusing

Halaman
12
Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved