Melihat Proses Pengambilan Sampah Waduk Pluit dengan Kapal Berky

Beberapa petugas PHL dari Badan Air Dinas Kebersihan DKI Jakarta tampak sibuk melakukan pembersihan sampah di Waduk Pluit.

WARTA KOTA, PLUIT -- Beberapa petugas PHL dari Badan Air Dinas Kebersihan DKI Jakarta tampak sibuk melakukan pembersihan sampah di Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

Dua buah becho sedang beroperasi mengeruk sampah dari pinggiran sungai ke sebuah truk yang memang sudah terparkir membelakangi waduk, berlahan mereka memasukan sampah kedalam trus, sampah-sampah tadi hasil dari pengambilan sampah yang berada di waduk mengunakan kapal kecil.

Sementara itu dua kapal berky memutari waduk untuk melakukan pengambilan sampah.

Salah satu petugas PHL dari Badan Air Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Edy Yanto Limbong (48) yang berada dilokasi mengatakan saat ini petugas selalu membersihkan sampah yang berada disekitaran Waduk Pluit Jakarta. "Kami selalu membersikan waduk setiap hari, tapi walaupun selalu dibersihkan sampah terus bertambah, bisa jadi ratusan kubik, karena waduk Pluit sendiri jadi sentral aliran sungai sebelum dialirkan kembali ke laut," katanya kepada Warta Kota, Kamis (16/11/2016).

Baca: Berita Video: Politik Pohon Belimbing, Agus Kampanye di Bawah Pohon Belimbing Rindang

Salah seorang petugas memperbolehkan Warta Kota untuk mencoba menaiki kapal berky ini untuk mengetahui bagaimana proses pengambilan sampah.

Proses pengambilan sampah terlihat begitu mudah, pengemudi hanya mengarahkan bagian depan kapan ke tempat yang ada sampahnya, sampah-sampah yang mengambang di atas air danau ini tersaring menuju dalam kapal, ujung kapal sedikit ditengelamkan agar sampah bisa masuk kedalam, sehingga bagian dalam kapal yang terbuat dari besi ini akan berputar agar sampah masuk ke dalam.

Nantinya sampah-sampah ini akan dikumpulkan ke dalam kapal, lalu diletakkan di tempat penampungan yang nanti akan dikeruk oleh Beko.

Baca: Berita Video: Galang Suara, Sandiaga Uno Gandeng Ibu Pengajian Majelis Taklim Ibu Kota

Terdapat tiga petugas dalam satu kapal, satu petugas beroperasi sebagai pengemudi, sedangkan dua orang bertugas mengambil sampah-sampah yang tersangku di besi, agar proses berjalan lancar.

Proses pengambilan sampah ini terkadang mengalami kendala jika kondisi danau mengalami pendangkalan. "Sebenarnya bisa kami lakukan dibawah 1.3 meter tapi yang kami takutkan baling-baling akan tersangkut sampah, karena didalam air itu banyak sampah, jika dipaksakan akan merusak baling baling kapal," kata Sakri (58) seorang pengemudi kapal berky.

"Selain itu, baling-baling kapal suka tersangkut sampah, sehingga baling-baling macet, untuk itu biasanya kami angkat baling-balingnya untuk dibersihkan kembali," lanjut Sakri.

sampah
Halaman
12
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved