Pidato yang Membuat SBY Dinilai Provokator

Sejumlah alumni HMI menilai pernyataan yang diucapkan SBY dalam pidato sebelum demo 4 November membuatnya jadi provokator.

Pidato yang Membuat SBY Dinilai Provokator
Warta Kota/Rangga Baskoro
Sejumlah alumni HMI melaporkan SBY ke polisi karena pidatonya dinilai mengandung unsur provokasi massa sebelum demo 4 November 2016. 

WARTA KOTA, GAMBIR-Adhel Setiawan, Sekretaris Koordinator Forum Silahturahmi Alumni Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) mengatakan, beberapa kalimat yang diucapkan Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengandung unsur provokasi saat menanggapi sebelum berlangsungnya peristiwa 411.

Baca: BREAKING NEWS: Giliran Mantan Presiden SBY Dilaporkan Sejumlah Orang ke Bareskrim

"Misalnya nih, kan Pak SBY ngomong tuh, 'tidak mungkin ada rakyat berkumpul hanya untuk happy-happy, jalan-jalan, lama tidak lihat Jakarta. Barangkali (pengunjuk rasa datang) karena merasa yang diprotes dan tuntutannya itu tidak didengar. Nah kalau sama sekali tidak didengar diabaikan, sampai lebaran kuda masih akan ada unjuk rasa', begitu katanya," ucap Adhel di Bareskrim, Gedung KKP, Jakarta Pusat, Kamis (10/11/2016).

Baca: Antasari Azhar: Saat Saya Masuk Sel, SBY Say Hello Aja Enggak

20161102BERITA VIDEO: Ini yang Dikatakan SBY soal Demo 4 November
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menanggapi rencana aksi unjuk rasa di depan Istana, Negara, pada Jumat (4/11), terkait pernyataan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang diduga bermuatan penistaan agama.

Kemudian, sambungnya, pada menit 22.15, ketika SBY mengatakan hal yang juga menjadi sorotan Forum Alumni HMI.

"Yang lain, menit 22.15, 'jadi kalau negara ini tidak ingin terbakar oleh amarah para penuntut keadilan, Pak Ahok ya mesti diproses secara hukum', begitu katanya," katanya.

Untuk itu, mereka menyangkakan SBY menggunakan Pasal 160 KUHP juncto Pasal 16 UU No 40/2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Mereka melaporkan SBY ke Bareskrim mabes Polri.

"Bukti permulaan video lengkap pidato SBY yang menurut kami sudah memenuhi unsur kedua pasal itu," ujar Adhel.

Kendati demikian, pihaknya belum mengantongi surat bukti laporan dari Bareskrim. Mustaghfirien beralasan pihak kepolisian masih menangani kasus-kasus yang lain.

"Jadi pak polisi sudah, baru diterima laporan kita. Belum (dikasih surat) laporannya, baru diterima. Mengingat situasi dan kondisi yang terjadi disini, sudah terlalu banyak laporan. Barang buktinya berupa (video) pidato," kata Mustaghfirien, Koordinator Forum Alumni HMI.

Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help