Home »

News

» Jakarta

Demo Ahok

BREAKING NEWS: Giliran Mantan Presiden SBY Dilaporkan Sejumlah Orang ke Bareskrim

Awalnya, penyampaian pidato SBY memberikan kesan cinta damai dan menolak kerusuhan," ujar Mustaghfirien selalu Koordinator Forum Silahturahmi Alumni

BREAKING NEWS: Giliran Mantan Presiden SBY Dilaporkan Sejumlah Orang ke Bareskrim
Rangga Baskoro
Mustaghfirien selalu Koordinator Forum Silahturahmi Alumni Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) menunjukkan surat bukti laporan di kantor Bareskrim, gedung KKP, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (10/11). 

Laporan wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, GAMBIR -- Sejumlah orang mendatangi Bareskrim Mabes Polri untuk menyampaikan dugaan penghasutan yang dilakukan oleh Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui pidatonya tanggal 2 November lalu yang menanggapi aksi unjuk rasa.

"Pada tanggal 2 November lalu, berlangsung kegiatan pidato SBY di kediamannya terkait aksi unjuk rasa. Awalnya, penyampaian pidato SBY memberikan kesan cinta damai dan menolak kerusuhan," ujar Mustaghfirien selalu Koordinator Forum Silahturahmi Alumni Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) di kantor Bareskrim, gedung KKP, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (10/11).

Ia menyatakan, setelah pihaknya menganalisis rekaman video pidato tersebut, terdapat unsur yang mengandung penghasutan dan penyebaran kebencian.

"Namun setelah dipelajari kembali, ternyata terdapat pernyataan yang diduga dapat dikualifikasi sebagai bentuk yang mengandung hasutan dan penyebaran kebencian terhadap etnis," tuturnya.

Hasutan tersebut, sambungnya, membuat beberapa kader HMI yang melakukan aksi unjuk rasa tanggal 4 November 2016 lalu, terprovokasi.

"Ini sangat disayangkan, seharusnya selaku mantan kepala negara (SBY) bisa memberikan pernyataan yang menyejukkan, tapi malah cenderung memprovokasi orang pada tanggal 4 November tersebut," kata Mustaghfirien.

Dugaannya menguat, karena Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui pernyataan resminya menyatakan bahwa peristiwa 411 yang berakhir ricuh ditunggangi oleh aktor politik.

"Sudah pasti (ada hubungannya), Pak Jokowi saja memberikan pernyataan resmi bahwa ada aktor politik yang bermain di aksi demo tanggal 4 November. Ada aktor politik, siapa? Kita lihat pasca demo, siapa yang ikut demo, siapa yang tanggal 2 November menyampaikan pidatonya yang memprovokasi masyarakat," pungkasnya.

Kendati demikian, pihaknya belum mengantongi surat bukti laporan dari Bareskrim. Mustaghfirien beralasan pihak kepolisian masih menangani kasus-kasus yang lain.

"Jadi pak polisi sudah, baru diterima laporan kita. Belum (dikasih surat) laporannya, baru diterima. Mengingat situasi dan kondisi yang terjadi disini, sudah terlalu banyak laporan. Barang buktinya berupa (video) pidato," pungkasnya.

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help