Demo Ahok

Habis Didatangi Anggota DPR Jebolan HMI, Sekjen HMI Tak Ditahan Polisi

Apalagi, kata Awi, ada kuasa hukum yang menjamin agar Amijaya tak dilakukan penahanan.

Habis Didatangi Anggota DPR Jebolan HMI, Sekjen HMI Tak Ditahan Polisi
Tribunnews.com/Glery Lazuardi
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono di Mapolda Metro Jaya. 

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Amijaya Halim, tak ditahan Polda Metro Jaya usai statusnya diubah jadi tersangka.

Dia ditetapkan tersangka bersama 3 rekan lainnya. Mereka sama-sama dianggap merusuh dan menyerang petugas dalam aksi demo Ahok yang berakhir ricuh di depan Istana Presiden, Jumat (4/11).

Baca: Para Senior HMI Tak Suka Cara Polisi Menangkap Juniornya

Sebelumnya, sejumlah anggota DPR RI yang juga mantan aktivis HMI, mendatangi Polda Metro Jaya saat polisi tengah memeriksa dan melakukan gelar perkara terkait kasus keempat aktivis HMI tersebut, Selasa (8/11/2016).

"Iya tak ditahan, tapi tidak ditangguhkan, kalau ditangguhkan itu ditahan baru dikeluarkan. Kalau ditanya alasannya, tidak ditahan itu subjektif penyidik," kata Awi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu 9 November 2016.

Ia pun menjelaskan, mengacu kepada Pasal 21 KUHAP, syarat-syarat penahanan itu ada beberapa mulai dari yang bersangkutan tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti, dan tidak mengulangi perbuatannya.

"Itu syarat-syarat formilnya sehingga syarat itu menurut penyidik terpenuhi ya tidak perlu lah melakukan penahanan," katanya.

Apalagi, kata Awi, ada kuasa hukum yang menjamin agar Amijaya tak dilakukan penahanan.

Namun, ia menegaskan, walaupun tidak ditahan status hukum Amijaya tetap sebagai tersangka.

Ia pun membantah, tidak ditahannya Amijaya lantaran tekanan dari publik,  masyarakat, maupun para senior HMI yang sudah duduk di pemerintwhan.

"Gak ada, siapa yang menekan-nekan. Kan gak ada yang demo-demo disini," katanl Awi.

Sedangngkan mengenai status keempat anggota lainnya, Awi menuturkan, keempatnya tetap ditahan dan juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Kami tahan, tadi kembali lagi alasan subjektif penyidik, takutnya yang bersangkutan melarikan diri, mengulangi perbuatannya dan menghilangkan barang bukti. Orang per orang kan beda. Itu alasan subjektif," kata Awi.

Sebelumnya, kelima anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) diamankan Polda Metro Jaya karena diduga menjadi penyebab kericuhan saat unjuk rasa di depan Istana Negara, Jumat 4 November lalu. Kelimanya ditangkap pada Senin 7 November malam hingga Selasa 8 November dini hari.

Adapun kelima anggota HMI tersebut adalah Ismai Ibrahim, Amijaya Halim, Ramadhan Reubun, Muhammad Rizal Berkat, dan Rahmat Muni alias Mato.(ote)

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help