Penertiban Bangunan Liar

Giliran Puluhan PKL dan Bangunan Liar di Jalan Raya Bogor Ditertibkan

Bangunan liar dan lapak PKL yang ditertibkan itu hampir semuanya dipakai untuk membuka usaha dan membuat pedestrian jalan tertutup.

Giliran Puluhan PKL dan Bangunan Liar di Jalan Raya Bogor Ditertibkan
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Sejumlahj petugas Satpol PP saat menertibkan PKL di Jalan Raya Bogor, Rabu (9/11). 

WARTA KOTA, DEPOK -- Puluhan bangunan liar (bangli) dan lapak pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Raya Bogor, Cimanggis, Depok, kembali ditertibkan aparat Satpol PP Depok, Rabu (9/11).

Bangunan liar dan lapak PKL yang ditertibkan itu hampir semuanya dipakai untuk membuka usaha dan membuat pedestrian jalan tertutup.

Bukan itu saja, keberadaannya di beberapa titik menutup saluran air atau drainase sehingga rentan menimbulkan banjir.

20161109Giliran Puluhan PKL dan Bangunan Liar di Jalan Raya Bogor Ditertibkan1
Sejumlah petugas Satpol PP saat menertibkan bangunan liar di Jalan Raya Bogor, Rabu (9/11).

Kabid Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Depok Welman Naipospos menuturkan penertiban dilakukan untuk mengembalikan fungsi pedestrian jalan serta menambah ruang terbuka hijau juga mengembalikan fungsi drainase.

Menurutnya keberadaan bangli dan lapak PKL di sana telah melanggar Perda Depok Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum (Tibum).

Sebelum ditertibkan, katanya, pemilik bangunan dan lapak PKL sudah diberikan surat peringatan hingga surat pembongkaran.

"Sehingga kami tertibkan, kali ini," katanya.

Beberapa tenda dan gerobak serta lapak etalase milik PKL juga tampak disita petugas Satpol PP.

Mereka nantinya akan diajukan ke pengadilan karena telah melakukan tindak pidana ringan yang sanksinya berupa denda ratusan ribu rupiah.

Penertiban PKL juga dilakukan aparat Satpol PP di Jalan Akses UI atau Jalan Komjen M Yasin.

Belasan bangli dan lapak PKL di ruas jalan ini dibongkar petugas karena menutup pedestrian jalan.

Welman menuturkan dalam Perda Depok tentang Tibum, sangat jelas dinyatakan bahwa PKL tidak boleh berjualan di pedestrian jalan atau trotoar jalan yang fungsinya bagi pejalan kaki.

Karenanya, sesuai Perda, para PKL dan bangunan liar di sana dianggap melanggar Perda dan dibongkar paksa petugas.

Ke depan, kata Welman, pihaknya akan terus melakukan penertiban kepada para PKL lain dan bangunan liar lain yang melakukan pelanggaran serupa.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved