Warga Minta, Jembatan Ambruk di Pasar Minggu untuk segera Diperbaiki

Padahal, warga kalau mau belanja ke Pasar Minggu atau ke Stasiun (Pasar Minggu) lewat situ lebih cepat.

Warga Minta, Jembatan Ambruk di Pasar Minggu untuk segera Diperbaiki
Warta Kota/Gopis Simatupang
Jembatan yang ambruk pada Agustus lalu di Jalan Masjid Al Makmur RT 06/08, Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tampak terbengkalai, Selasa (8/11/2016). 
WARTA KOTA, PASAR MINGGU -- Warga di Jalan Masjid Al Makmur RT 06/08, Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, memohon Pemerintah Kota Jakarta Selatan memperbaiki jembatan ambrol yang terletak di atas saluran penghubung (Phb) Kali Ciliwung.
Menurut warga, keberadaan jembatan amat penting untuk menunjang aktivitas penduduk setempat.

Sebelumnya, jembatan selebar 1,5 meter dengan panjang tujuh meter ini ambruk pada Agustus 2016 lalu. Penyebabnya ditengarai akibat erosi, tanah pijakan jembatan tidak kuat menahan jembatan beton itu. Hingga kini, jembatan yang ambruk itu dibiarkan terbengkalai.

Agus (26), seorang warga setempat, mengatakan, sejak ambruknya jembatan itu warga belum mendapat kepastian kapan akan diperbaiki. Menurutnya, jembatan tersebut merupakan akses atau jalan pintas warga setempat sehari-hari yang menuju wilayah Pasar Minggu.

"Jembatan yang ambles belum ada tanda-tanda mau dibenerin. Padahal, warga kalau mau belanja ke Pasar Minggu atau ke Stasiun (Pasar Minggu) lewat situ lebih cepat," ujar Agus di lokasi, Selasa (8/11/2016).

Sebagai gantinya, tepat di samping jembatan yang ambrol itu terdapat jembatan darurat berupa susunan bambu hasil kreasi warga setempat.

"Warga secara swadaya bangun jembatan itu, tapi kami nggak tahu seberapa kuat jembatan itu bertahan, karena cuma modal bambu saja," kata Agus.

Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan, Agustio Ruhuseto mengatakan, jembatan yang ambrol tersebut awalnya dibangun oleh warga, namun dengan memanfaatkan turap saluran Phb sebagai penopang jembatan. Akibatnya, jembatan pun ambruk.

"Kami sudah terima laporannya. Itu yang ambrol turapnya, kan itu dibuat oleh warga setempat tapi numpang di turap. Kami akan tinjau seperti apa kerusakannya dan penyebabnya baru kami lakukan perbaikan," ungkap Agustio.
 
Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help