Sinema

Sutradarai Film '#66', Asun Mawardi Ingin Nama Indonesia Dikenal Dunia

Tidak lama lagi film '#66' akan ditayangkan di bioskop-bioskop di Indonesia.

Sutradarai Film '#66', Asun Mawardi Ingin Nama Indonesia Dikenal Dunia
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Donita dalam syuting film #66 

WARTA KOTA, PALMERAH - Tidak lama lagi film '#66' akan ditayangkan di bioskop-bioskop di Indonesia.

Jelang hari-hari dirilisnya film bergenre action itu, ada misi yang ingin dicapai oleh film yang sempat meraih lima penghargaan internasional tersebut.

Produser, sutradara sekaligus pemain film '#66', Asun Mawardi mengatakan, pihaknya ingin mengenalkan Indonesia di mata dunia internasional melalui film tersebut selain tentunya berharap bisa diterima oleh penonton di Tanah Air.

"Saya merasa kita semua punya visi misi yang sama yaitu membawa nama Indonesia ke dunia internasional melalui film. Saya juga berharap film Indonesia dapat maju terus dan masyarakat dapat memberi dukungannya dengan menonton film ini," ujar Asun dalam keterangannya, Selasa (8/11/2016).

Asun menambahkan, keberhasilan film '#66' meraih penghargaan internasional seperti yang sudah ditorehkan film nasional lain layaknya The Raid, Laskar Pelangi, dan lain-lain membuktikan bahwa karya anak bangsa bisa bersaing dengan film produksi luar jika digarap dengan serius.

"Jika sebuah film kita buat dengan hati, maka film itu akan mendapat apresiasi. Hal ini juga membuktikan bahwa kita mampu untuk bersaing dengan film-film luar," tambah Asun.

Dalam kesempatan itu Asun juga berharap film '#66' bisa diterima penonton di Indonesia khususnya para penggemar film action.

"Saya buat film ini agar genre action di Indonesia semakin banyak lagi. Dengan harapan, film ini bisa dinikmati bagi pecintanya," tuturnya.

Film '#66' menceritakan tentang seorang pembunuh bayaran yang ditugaskan membunuh informan polisi demi melindungi sebuah organisasi kriminal.

Namun dirinya malah kabur dengan uang bayarannya tanpa menyelesaikan tugas karena ingin meninggalkan kehidupan kriminalnya.

Kini sang pembunuh bayaran itu dihadapkan pada pilihan untuk tetap loyal dengan pekerjaannya atau justru melindungi keluarganya.

Film yang dibintangi Donita, Fandy Christian dan Asun Mawardi itu dijadwalkan tayang di seluruh bioskop di Indonesia pada 17 November 2016.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved