Tawuran Tanah Abang

Breaking News: Bentrokan Antar Warga di Tanah Abang

Hingga saat ini kawasan tanah abang masih mencekam. Arus lalin kedua arah kuningan tanah abang dan sebaliknya masih ditutup.

Breaking News: Bentrokan Antar Warga di Tanah Abang
Joko Supriyanto
Tawuran antar warga kembali terjadi dikawasan tanah abang, Jakarta Minggu (6/11/2016). Saat ini warga masih berkerumun memadati kawasan tanah abang jalan dukuh pinggir dan Jalan mess cendrawasih, Tanah abang Jakarta pusat. 

WARTA KOTA, TANAHABANG - Tawuran antar warga kembali terjadi dikawasan tanah abang, Jakarta Minggu (6/11/2016).

Saat ini warga masih berkerumun memadati kawasan tanah abang jalan dukuh pinggir dan Jalan mess cendrawasih, Tanah abang Jakarta pusat.

Pantauan Warta Kota dilokasi, sejumlah warga terlihat membawa sajam, seperti parang, bambu, kayu.

Menurut salah seorang warga awal kejadian sudah sejak malam tadi menjelang subuh, dua orang datang mengendarai motor dalam kondisi mabok, dan hampir menabrak anak-anak muda yang sedang berjualan bensin di pinggir jalan, karena tidak senang dua orang tersebut menampari anak-anak muda di wilayah dukuh pinggir. Tidak senang warga membalas.

Kejadian sebenarnya sudah tidak terjadi lagi semenjak itu, namun magrib tadi datang kembali lima motor menemui warga dukuh pinggir, bertemu beberapa anak muda lalu mereka dipukuli. "Kami tidak pernah menyerang, tapi mereka yang menyarang kami," kata salah seorang warga dukuh pinggir.

Hingga saat ini kawasan tanah abang masih mencekam. Arus lalin kedua arah kuningan tanah abang dan sebaliknya masih ditutup.

Sejumlah polisi huru hara pun diterjunkan dilokasi untuk antisipasi bentrokan susulan, Namun warga dukuh pinggir masih khawatir jika akan ada penyerangan susulan.

Menurut Mulyadi selaku Ketua RT 09/05 Kebon Melati mengatakan permasalah ini sudah kerap kali terjadi. "Permasalahan karena faktor kenakalan anak remaja, semuanya dari sini dan sana, kejadian ini juga tidak hanya satu atau dua kali sudah sering terjadi," katanya.

Kurang lebih dua minggu yang lalu, antara dua belah pihak sudah membuat perjanjian. "Kami sudah buat perjanjian waktu itu di pos polisi, namun hal ini terulang kembali," katanya.

Menurutnya kejadian terjadi berawal beberapa pengendara motor merangsak masuk ke kampung dukuh pinggir lalu memukuli warga, serta merusak beberapa pos RT. "Waktu itu orang sedang salat, tiba-tiba ada yang masuk ke masjid, beberapa orang merusak motor, sejumlah pos rt juga hancur, seperti di RT 11,12,10, 1 dukuh pinggir," katanya.

Syarifudin Ketua RW 05 Kebon Melati mengatakan saat ini kami sudah serahkan pihak kepolisian. "Tadi saya juga sudah melapor ke Polres dan sudah diterjunkan aparat kepolisi ke lokasi," katanya kepada Warta Kota, Minggu (6/11/2016).

"Saat ini belum ada mediasi antara dua belah pihak, tadi dari RW daerah tersebut belum datang untuk bertemu," lanjutnya.

Menurutnya ada 5 korban yang dilarikan ke rumah sakit, untuk lakukan Visum. (Joko Supriyanto)

Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved