Ungkap Ganja Satu Ton, Tim Khusus Diberangkatkan ke Aceh

Keduanya merupakan kurir suruhan NAM untuk mengantarkan ganja dari Aceh ke Jakarta. Modusnya menyamarkan ganja dengan beras, keduanya dibayarRp 20 jut

Ungkap Ganja Satu Ton, Tim Khusus Diberangkatkan ke Aceh
Warta Kota/Dwi Rizki
Jajaran Ditresnarkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkap pengiriman narkotika jenis ganja sebanyak satu ton dari Aceh menuju Jakarta. 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU -- Seiring dengan pemeriksaan MDH (44) dan MY (39), yakni sopir dan kernet truk bernomor polisi B 9290 AD yang membawa ganja seberat satu ton di Pintu Keluar Tol JOOR Bambu Apus Cipayung, Jakarta Timur pada Minggu (30/10/2016) malam, jajaran Polda Metro Jaya memberangkatkan Tim khusus untuk mencari pemasok ganja tersebut.

Alasannya disampaikan Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes John Turman Panjaitan untuk mencari tahu sosok pria berinisial NAM yang disampaikan kedua tersangka sebagai bandar ganja skala besar di Nanggroe Aceh Darusalam.

"Keduanya merupakan kurir suruhan NAM untuk mengantarkan ganja dari Aceh ke Jakarta kepada R. Modusnya menyamarkan ganja dengan beras, keduanya dibayar bersih Rp 20 juta, sekali jalan," ungkapnya kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya pada Senin (31/10/2016).

Sayangnya, kedua tersangka diungkapkannya tidak memiliki akses kepada R, sehingga penyidikan katanya akan dilakukan terbalik. Tim khusus yang diberangkatkan akan mencari NAM serta mengungkap jaringan peredaran ganja di Aceh.

"Tersangka mengaku tidak ada yang mengenal R, mereka mengaku hanya kurir. Tapi dalam pengamatan, ini kemasannya tiga jenis, saya curiga ini orangnya menampung (ganja-red) dari tiga atau lebih orang (pemasok-red). Karena itu kita kirim tim ke sana," jelasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, tim gabungan yang terdiri dari Tim Unit 4 Subdit 2 beserta Tim Sus Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya berhasil mengungkapkan pengiriman ganja asal Aceh sebanyak satu ton di Pintu Keluar Tol JOOR Bambu Apus Cipayung, Jakarta Timur pada Minggu (30/10) malam.

Dua orang tersangka, MDH (44) dan MY (39), yakni sopir dan kernet truk beserta barang bukti diantaranya sebuah truk, ganja sebanyak satu ton serta dua buah ponsel milik tersangka kini diamankan polisi. Keduanya dijerat Pasal 112 Jo Pasal 114 KUHP Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang penyalahgunaan narkotika dengan ancaman hukuman lebih dari 15 tahun penjara.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help