Pembebasan Lahan Bekas Kedubes Inggris Mandek

Proses pembebasan lahan bekas Kedubes Inggris di Jalan MH Thamrin mandek. Belum ada kemajuan langkah dari Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI.

Pembebasan Lahan Bekas Kedubes Inggris Mandek
Tribunnews.com/Theresia Felisiani
Ilustrasi 

WARTA KOTA, GAMBIR-Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta hingga kini belum bisa membebaskan lahan bekas Kedutaan Besar Inggris di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Pasalnya, ada perbedaan peta lahan antara yang dimiliki Kedutaan Besar Inggris dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Kepala Bidang Pertamanan Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Levi mengatakan saat ini pihaknya terus berkomunikasi dengan BPN untuk membebaskan lahan bekas Kedubes Inggris tersebut.

"Kami masih minta kepastian dari BPN," kata Levi saat dihubungi Warta Kota di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (1/10/2016).

Karena khawatir salah memberikan penjelasan, dia meminta wartawan menghubungi langsung kepala dinas. Namun hingga tulisan ini diturunkan Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Djafar belum dapat dihubungi.

Dalam proses pembebasan lahan bekas Kedubes sempat ada klausul yang mengharuskan pembagian dana pembelian sebagai kompensasi untuk Kedubes Inggris sebesar 60 persen. Namun, klausul itu sudah dihilangkan. 

"Ngga ada lagi kompensasi 60 persen dan sudah dihilangkan klausul tersebut," tutur Levi.

Rencananya, lahan seluas 4.185 meter persegi bekas Kedubes Inggris itu akan dijadikan taman. Untuk pembebasan lahan telah disiapkan anggaran sebesar Rp 479 miliar.

Gubernur DKI Petahana, Basuki Tjahaja Purnama sempat menegur mantan Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Ratna Diah karena pembebasan lahan itu tak kunjung terealisasi.

Bahkan Dubes Inggris untuk Indonesia, Moazzam T Malik sempat memperingatkan Pemprov DKI agar segera membebaskan lahan tersebut karena Deutsche Bank berminat membeli dengan harga lebih mahal.

Penulis: Bintang Pradewo
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help