Sopir Tangki Mogok

Besok Demo Sopir Truk BBM

Nasib mereka katanya, masih diserahkan pada pihak outsourcing, sejumlah tuntutan yang disampaikan pun dijawab PT Pertamina secara normatif.

Besok Demo Sopir Truk BBM
Warta Kota/Andika Panduwinata
Truk tangki Pertamina nopol B 9095 UM sempat hilang kendali saat menghajar Shoroom mobil di Jalan Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat. 

WARTA KOTA, KEBAYORANBARU - Tidak kunjung berpihak, Awak Mobil Tangki (AMT) Patra Pertamina kembali berencana melakukan aksi unjuk rasa di depan Pintu III Depot Plumpang Pertamina, Jakarta Utara pada Selasa (1/11) besok. Tuntutannya tetap sama, kesetaraan bagi seluruh pegawai Pertamina.

Rencana tersebut disampaikan oleh N, salah satu kordinator unjuk rasa AMT Patra Pertamina. Dikatakannya, walau aksi unjuk rasa yang dilakukan ribuan sopir AMT beberapa waktu lalu mendapat jawaban, hasil evaluasi maupun jawaban yang disampaikan oleh pihak PT Pertamina belum berpihak kepada para sopir.

Nasib mereka katanya, masih diserahkan pada pihak outsourcing, sejumlah tuntutan yang disampaikan pun dijawab PT Pertamina secara normatif. Padahal PT Pertamina seharusnya melindungi, mengingat para sopir AMT merupakan ujung tombak distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) PT Pertamina di Jabodetabek maupun Sukabumi, Jawa Barat.

"Aksi mogok berlanjut, karena permintaan kami belum bisa dipenuhi. Misalnya mengangkat kita jadi karyawan tetap Pertamina, memberikan hak kita yang diambil alih pihak outsourcing dan mempekerjakan 14 teman kita yang dipecat secara sepihak," ungkapnya dihubungi Warta Kota pada Senin (31/10).

Aksi mogok operasi lanjutan tersebut diungkapkannya bukan hanya keinginan para sopir, melainkan bentuk keperihatinan ayah kepada keluarganya. Terlebih, pengabdian yang diberikannya maupun rekan-rekan sesama sopir AMT telah terbukti, mereka bekerja lebih dari delapan jam setiap hari dan terkadang ikut dalam Satgas BBM selama hari besar.

"Kita kurang apa, kita loyal sama kerjaan. Tapi outsourcing itu menekan terus, hak kita dirampas. Apalagi ada 14 orang temen kita di PHK sepihak, keluarganya mau makan apa. Itu yang kita tagih, apalagi pelanggaran sudah terbukti, Sudin Tenaga Kerja sudah temukan 20 pelanggaran PT Pertamina Patra Niaga," ungkapnya menyesal.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono menyampaikan pengamanan terkait aksi unjuk rasa lanjutan akan difokuskan pada area Depot Plumpang. Mengingat, aksi unjuk rasa sekaligus mogok kerja hanya berpusat di Pintu III Depot Plumpang Pertamina, Jakarta Utara pada Selasa (1/11).

"Pengamanan hanya dipusatkan pada lokasi demonstran, jumlah pengunjuk rasa yang dilaporkan ada 1200 orang. Sedangkan untuk rekayasa (lalu lintas-red) bersifat situational, melihat situasi di lapangan," ungkapnya singkat.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help