Eksklusif Warta Kota

Menengok Pabrik Dodol Betawi Haji Tholib, Banyak Dapat Pesanan

Produsen dodol Betawi asli banyak dijumpai di kawasan Pasar Minggu, tepatnya bisa ditemukan di Jalan Damai, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Menengok Pabrik Dodol Betawi Haji Tholib, Banyak Dapat Pesanan
Warta Kota/Nurfitri Aprilia
Produsen dodol Betawi di Pasar Minggu. 

WARTA KOTA, PASAR MINGGU -- Produsen dodol Betawi asli banyak dijumpai di kawasan Pasar Minggu, tepatnya bisa ditemukan di Jalan Damai, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Kawasan ini merupakan salah satu sentral dodol Netawi olahan rumah yang memiliki banyak peminat, Salah satunya ialah olahan dodol milik Haji Tholib.

Olahan dodol Betawi asli milik Haji Tholib ini sudah memiliki pasaran yang cukup banyak sebab, menurut salah satu pegawainya, keberadaan dodol Betawi ini sudah mencapai 30 tahun, sejak awal didirikannya pada tahun 1980-an.

Adalah Yazid (23), yang ditemui di ruang pengolahan dodol pada Selasa (25/10/2016).

Produsen dodol Betawi
Produsen dodol Betawi di Pasar Minggu.

Menurut Yazid, dodol Betawi asli milik Haji Tholib ini termasuk yang paling terkenal di sentral dodol Pasar Minggu.

"Kalau kata customer sih ya olahan disini yang paling enak mba, mungkin juga karena kita masih pake cara tradisional semuanya makanya rasanya masih terjaga," tutur Yazid.

Saat disambangi oleh Warta Kota, pria yang berasal dari Wonosobo ini juga menerangkan mengenai proses pembuatan dodol betawi tersebut, menurutnya proses pembuatan dodol betawi ini memerlukan waktu antara 5 sampai 6 jam untuk satu wajan besar atau yang sering disebut 'kenceng' oleh para pengrajin dodol betawi. Setiap kenceng akan menghasilkan 20 sampai 23 besek kecil dengan ukuran 1,6 Kg per/beseknya.

Produsen dodol Betawi

Menurut Pria yang sudah bekerja selama 4 tahun ini, dodol betawi H. Tholib jarang sepi pesanan meskipun itu dihari-hari biasa, sebab pria yang mengaku belum berkeluarga ini menyampaikan bahwa usaha dodol milik H. Tholib ini sudah memiliki pelanggan khusus baik itu toko-toko ataupun pelanggan rumahan. "kalau disini jarang sih mba sepi pesanan, pasti ada aja dalam seminggu itu. ya paling kalau lagi ndak ada pesanan kita bikin 1 kenceng untuk di toko sendiri, dan dioper ke toko-toko sekitar tapi kalau lagi ada pesanan sehari bisa bikin 2-3 kenceng," ungkap pria ini.

Dodol betawi H. Thalib ini selain membuka pesanan melalui telfon dan toko-toko, juga membuka pesanan secara online. Menurut Yazid, pesanan online bisa melalui facebook maupun website dengan nama dapur dodol, pesanan tersebut akan langsung dibuatkan pada hari berikutnya sesuai dengan jadwal pembuatan dodol biasanya.

Selain Yazid, ada juga Difa (20) yang bekerja sebagai pengolah dodol betawi di tempat H. Tholib ini, Difa menambahkan mengenai banyaknya pesanan dodol meskipun pada hari biasa. Meski begitu, bagi Difa banyaknya pesanan dodol dihari-hari biasa masih kalah jauh jika dibanding dengan pesanan dodol pada hari-hari besar seperti hari raya idul fitri dan hari raya China.

Halaman
123
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help