Bus Wisata Masih Menjadi Andalan Warga untuk Berkeliling Jakarta di Akhir Pekan, Nyaman dan Gratis

Walau cuaca Jakarta diguyur hujan tidak menyulutkan warga untuk mencoba menaiki bus wisata ini.

Bus Wisata Masih Menjadi Andalan Warga untuk Berkeliling Jakarta di Akhir Pekan, Nyaman dan Gratis
Warta Kota/Joko Supriyanto
Bus wisata di DKI Jakarta. 

WARTA KOTA, GAMBIR -- Antusiasme warga untuk mengunakan fasilitas bus wisata cukup banyak, dengan tidak bayar alias gratis membuat sejumlah warga mencoba mengunakan bus wisata yang kelola oleh PT Transportasi Jakarta untuk melakukan perjalanan wisata yang ada di Jakarta seperti Monas, dan Museum Fatahillah.

Walau cuaca Jakarta, Minggu (23/10/2016), diguyur hujan tidak menyulutkan warga untuk mencoba menaiki bus wisata ini.

Pantauan Warta Kota, sejumlah warga terlihat sedang menunggu datangnya bus wisata di shelter bus yang dilalui bus wisata seperti Balai Kota, Pasar Baru, Monas, dan Istiqlal.

Bus wisata

Ketika bus sudah datang mereka yang menunggu, satu persatu menaiki bus, petugas yang sudah beberada didalam bus memberikan tiket kepada pengguna bus ini. Tiket ini digunakan sebagai pendataan berapa jumlah penguna bus wisata perharinya.

"Tiket ini untuk pendataan saja, jadi, kita tahu berapa jumlah penguna bus wisata ini per harinya, dihitungnya dari jumlah tiket yang dibagikan," kata salah satu Satgas Bus Wisata.

Ketika memasuki Bus sudah terlihat jelas kenyamanan dalam bus ini, seperti kondisi bus yang bersih serta seluruh penumpang harus duduk dikursi yang tersedia, penumpang juga dilarang untuk berdiri.

Fasilitas pun dinilai cukup lengkap, pasalnya Bus ini sudah dilengkapi dengan Global Positioning System (GPS) yang sangat canggih.

GPS itu terkoneksi dengan sistem audio visual di dalam bus. Tidak hanya itu Bus ini juga dilengkapi dengan CCTV, Alat Pemadam Api Ringan (APAR), dan alat pemecah kaca yang digunakan dalam keadaan darurat.

Shelter bus Istiqlal menjadi pusat transit bus bagi penunpang yang ingin ke Kota Tua, HI, dan Bundaran Senayan, namun walau begitu warga tetap bisa transit dirute lain sesuai rute yang dituju.

Bus berhenti di shelter bus Istiqlal selama kurang lebih lima sampai sepuluh menit yang nantinya jika bus lain datang makan bus akan melanjutkan perjalananya kembali, hal ini dilakukan agar operasional bus berjalan baik.

Halaman
12
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved