Home »

Depok

Warga Perumahan Permata Depok Dukung Tuntutan Warga Bojonggede Bogor

Warga Perumahan Permata Depok mendukung penolakan warga Bojonggede atas proyek pengecoran jalan di wilayah Bojonggede.

Warga Perumahan Permata Depok Dukung Tuntutan Warga Bojonggede Bogor
Warta Kota/Soewidia Henaldi
Puluhan warga Bojonggede menebar ikan dan kemudian menjaringnya di Jalan Raya Bojonggede, Kabupaten Bogor yang kondisinya sudah berubah menjadi kubangan air, Selasa (23/6/2015). 

WARTA KOTA, DEPOK-Penolakan peningkatan jalan atau pengecoran jalan di sekitar Jembatan Sayuti di Jalan Kampung Utan, Kelurahan Pondok Jaya, Cipayung, Depok, oleh ratusan warga dari dua kelurahan atau desa di Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor yakni dari Desa Rawa Panjang dan Desa Pabuaran, ternyata juga mendapat dukungan dari ratusan warga Perumahan Permata Depok, yang berbatasan dengan wilayah mereka.

Dukungan warga Perumahan Permata Depok itu, terutama pada tuntutan warga Desa Rawa Panjang dan Desa Pabuaran, agar pengerukan di sepanjang Kali Pelayangan dilakukan terlebih dahulu sebelum pengecoran jalan dituntaskan.

Sebab warga berpendapat pengecoran jalan tanpa dilakukannya pengerukan kali, membuat wilayah mereka akan semakin parah terendam banjir jika Kali Pelayangan meluap akibat hujan deras.

Sebab sepanjang tahun 2016 ini saja tercatat sudah 5 kali wilayah permukiman di desa mereka di Bojonggede itu terendam banjir hingga 1 meter, termasuk permukiman warga di Perumahan Permata dan di Kampung Utan, Cipayung, Depok.

Banjir terakhir yang dirasakan ribuan warga di perbatasan di dua wilayah Bogor dan Depok, adalah pada September lalu.

Suryansyah, warga Perumahan Permata Depok menuturkan mereka mendukung tuntutan ratusan warga dari dua desa di Kecamatan Bojonggede, Bogor yang menjadi tetangga mereka itu.

"Pada dasarnya kami juga sudah lama menuntut agar Kali Pelayangan dikeruk atau diperdalam karena pendangkalan sudah cukup parah sehingga menjadi penyebab banjir," kata Suryansyah, kepada Warta Kota, Jumat (21/10/2016).

Menurut Suryansyah selama sekitar 10 tahun lebih di Perumahan Permata Depok, pihaknya baru merasakan banjir di sana sejak 2013 lalu.

"Karenanya kami meminta langkah konkrit dari Pemkot Depok atau Pemkab Bogor untuk mengatasi banjir di wilayah kami yang merupakan wilayah perbatasan ini," kata Suryanysah.

Salah satunya yang diniai efektif, kata Suryansyah ialah normalisasi Kali Pelayangan yang kini kondisinya makin menyempit dan mengalami pendangkalan.

Seperti diketahui, sebelumnya ratusan warga dari dua desa di Kecamatan Bojonggede, Bogor, yang berbatasan dengan wilayah Depok yakni Desa Rawa Panjang dan Desa Pabuaran, menolak pengecoran jalan di sekitar Jembatan Sayuti di wilayah, Cipayung, Depok, yang berbatasan dengan wilayah mereka.

Sebab, warga menilai peningkatan jalan dengan pengecoran atau betonisasi disana akan menambah parah banjir di wilayah mereka yang sudah terjadi 5 kali sepanjang 2016 ini. Karenanya Warga meminta Kali Pelayangan yang melintas di jembatan lebih dulu dikeruk dan diperdalam, sebelum pengecoran atau peningkatan ruas jalan dilakukan.

Bentuk penolakan warga dilakukan dengan memasang spanduk selebar sekitar 2X2 meter di sekitar pengerjaan pengecoran jalan jembatan.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help