Pilkada DKI Jakarta

Survei: Isu Penistaan Agama Tidak Pengaruhi Tren Positif Kinerja Ahok

"Ini survei sebelum demo kemaren, tapi kalau lihat dukungan ahok secara keseluruhan, isu isu SARA yang sebelumnya beredar tidak berdampak serius. Kare

Survei: Isu Penistaan Agama Tidak Pengaruhi Tren Positif Kinerja Ahok
Faizal Rapsanjani
Pasangan calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat saat deklrasi dukungan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muktamar Jakarta, Djan Faridz, Jakarta, Senin (17/10/2016) malam. 

WARTA KOTA, MENTENG - Lembaga Survei Saiful Mujani Research and Consulling (SMRC) merilis mengenai hasil survei tentang Pilkada DKI 2017, yang menyatakan hasil kinerja petahana mendapat tren positif dari warga DKI Jakarta.

Meski saat ini calon petahana Ahok diterpa isu penistaan Agama, dikatakan oleh Direktur SMRC Sirojudin Abbas, bahwa tidak berdampak serius terhadap Ahok.

"Ini survei sebelum demo kemaren, tapi kalau lihat dukungan ahok secara keseluruhan, isu isu SARA yang sebelumnya beredar tidak berdampak serius. Karena kenaikan ahok terus konsisten," katanya, di Hotel Sari Pan Pacific, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/10).

Menurut Sirojudin potensi elektabilitas Ahok turun terkait penistaan Agama masih dikatakan dinamis.

"Masih terlalu jauh sebetulnya untuk melihat gambaran yang lebih jelas dari potensi itu. Mungkin nanti ditunggu sampai bulan desember atau januari baru kelihatan lebih detail," jelasnya.

Dalam perilaku pemilih rasional, Sirojudin menilai pilihan pemilih banyak dipengaruhi oleh kondisi makro, terutama ekonomi dan pelaksanaan pemerintahan.

Menurut rilis SMRC, kondisi ekonomi dan pelaksanaan pemerintah ini, menjadi parameter calon petahana Ahok, masih unggul dari dua pasangan calon lain.

"Kuatnya dukung terhadap Ahok ini nampaknya terkait erat dengan tingkat kepuasan warga DKI yang terus meningkat terhadap kerja Ahok," paparnya.

Survei SMRC menyatakan, sekitar 75% warga menyatakan cukup/sangat puas dengan kinerja Ahok, yang merupakan peningkatan 5% dari kepuasan kinerja Ahok pada Agustus 2016. Sementara yang kurang/tidak puas hanya mencapai 22%.

Tren positif ini juga tercermin dari mayoritas warga menilai, bahwa kondisi rumah sakit/puskesmas (92%), pelayanan di kecamatan/kelurahan (90%), gedung sekolah (90%), air bersih (89%), jaringan listrik (89%), kondisi jalan (88%), kebersihan pengelola sampah (80%).

Survei ini diambil dari 648 responden, yang ditarik secara multistage random sampling dengan margin of error rata-rata 3.9%. Penelitian opini publik ini dilakukan pada 1-9 Oktober 2016. (Faizal Rapsanjani)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved