Perbaikan Jembatan Hankam Lambat, Omzet Bengkel Ambruk

Hal ini berimbas ke pendapatan pemilik bengkel-bengkel kecil yang berada di sekitar lokasi jembatan ambruk tersebut.

Perbaikan Jembatan Hankam Lambat, Omzet Bengkel Ambruk
Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Proses perbaikan jembatan yang ambruk 

WARTA KOTA, PALMERAH - Akibat lambatnya perbaikan jembatan Hankam di Jalan Inspeksi Kali Grogol, omzet sejumlah bengkel disana jadi ambruk.

Robohnya jembatan itu menyebabkan Jalan Inspeksi Kali Grogol yang menghubungkan antara Jalan Kemanggisan Raya dan Jalan Palmerah barat terputus.

Selain itu, akses warga dari sepotong pemukiman padat penduduk di Komplek Hankam ke Jalan Inspeksi Kali Grogol pun terputus.

Hal ini berimbas ke pendapatan pemilik bengkel-bengkel kecil yang berada di sekitar lokasi jembatan ambruk tersebut.

Barasa (35), salah satu pemilik bengkel motor kecil di sekitar lokasi, mengaku omzetnya per hari anjlok sejak jembatan itu ambrol, sekitar 8 bulan lalu.

"Yah jadi sudah sekitar delapan bulan ini omzet saya jatuh. Ini sampai sekarang juga belum selesai lagi perbaikannya," kata Barasa kepada Wartakotalive.com di bengkelnya, Jumat (14/10/2016).

Bahkan siang tadi, tak ada satupun orang yang datang ke bengkel itu. Dia mengaku sebelum jembatan ambrol omzetnya bisa mencapai Rp 1 juta per hari. Tapi kini tak sampai Rp 700.000 setiap harinya.

"Soalnya pelanggan saya ini kebanyakan datang dari arah jalan kemanggisan. Sedangkan akses yang dari jalan kemanggisan raya kan tertutup," kata Barasa.

Sementara seorang ibu rumah tangga , Marmon (50), mengaku aktivitasnya sehari-hari kini berubah jadi lebih mahal.

Dia pergi ke pasar Slipi Jaya setiap pagi dengan berjalan kaki, lalu kembali ke rumahnya di  RT 8/2, Kelurahan Palmerah, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat dengan naik ojek.

Halaman
12
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved