Penembak Tribowo dan Paul Sempat Umbar Tembakan, Saat Dicokok

Penembakan itu terjadi karena didasari karena pelaku kesal, warung sembako milik neneknya dirusak oleh geng motor korban, Gengster 24 Cipayung.

Penembak Tribowo dan Paul Sempat Umbar Tembakan, Saat Dicokok
The Guardian
Ilustrasi penembakan dilandasi dendam kepada korban. 

WARTA KOTA, BEKASI -- Petugas gabungan Polres Metro Bekasi Kota dan Polda Metro Jaya membekuk pelaku penembakan terhadap dua warga, Tribowo (20) dan Paul Martin Manurung (21) di Kota Bekasi, Rabu (12/10/2016) dini hari.

Oleh penyidik, pelaku Hamzah Khanaini alias Anjas (20) dibawa ke Polda Metro Jaya untuk diinterogasi.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Komisaris Rajiman mengatakan, penyidik telah menggali keterangan tersangka. Dari pemeriksaan itu, kata Rajiman, polisi telah mengantongi motif penembakannya.

Menurut dia, penembakan itu didasari karena pelaku kesal, soalnya warung sembako milik neneknya dirusak oleh geng motor korban, Gengster 24 Cipayung.

"Baru saja saya dapat laporan dari anggota Polda Metro Jaya hasil pemeriksaan tersangka. Dia menembak korban karena kesal, warung milik neneknya dirusak geng korban," kata Rajiman pada Rabu (12/10/2016).

Dua pemuda dari geng motor Gengster 24 Cipayung ditembak oleh geng motor lainnya. Korban pertama adalah Paul Martin Manurung. Dia ditembak saat melaju dengan motornya di Jalan Raya Kodau, Pondokgede, Kota Bekasi pada Minggu (9/10) pukul 03.00. Beruntung peluru gotri yang ditembakan pelaku hanya menyangkut di bagian leher.

Tak terima rekannya ditembak, Tribowo dan rekan-rekannya berusaha membalas dendam. Mereka lalu kembali ke rumah sambil menyiapkan senjata tajam. Geng motor Gengster 24 Cipayung itu kemudian berkeliling mencari pelakunya.

Saat melintas di gang H. Porot RT 05/03, Jatimekar, Jatiasih, Kota Bekasi mereka mendapati geng motor 'Poncol' sedang nongkrong. Tanpa ada basa-basi, mereka lalu menyerang geng motor tersebut. Sayangnya, pelaku Hamzah justru lebih dulu menembakkan senjatanya ke arah Tribowo. Korban Tribowo tewas dengan luka tembak di kepala dan badannya.

Rajiman mengatakan, sebelum menembak korban, tersangka terlebih dahulu mengumbar tembakan ke udara beberapa kali. Tembakan itu, sebagai peringatan agar geng motor korban menghentikan aksinya merusak warung neneknya. "Karena dicuekin, akhirnya pelaku melepas tembakan ke arah geng korban. Peluru rupanya menembus kepala dan badan korban Tribowo," kata Rajiman.

Menyusul kejadian ini, kata Rajiman, pihaknya akan mengetatkan pengawasan di lapangan. Setidaknya personel resmob dan patroli kota disiagakan di lokasi setempat untuk menghindari aksi susulan.

"Pengawasan akan ditingkatkan terutama saat malam hingga dini hari. Karena saat jam itu, rawan terjadi tawuran antar geng motor," jelas Rajiman.

Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Iptu Evi Fatna menambahkan, perang geng motor biasanya terjadi karena adanya sekumpulan pemuda tanpa didiisi oleh kegiatan positif. Sehingga, kata dia, mereka rawan melakukan tindakan kekerasan. Apalagi saat sedang berkumpul, mereka berpapasan dengan kelompok pemuda lainnya.

Menurut Evi, upaya pencegahan aksi tawuran sebetulnya tugas seluruh pihak, bukan pihak kepolisian saja. Dia menilai, pihak yang paling efektif mencegah aksi tawuran adalah masyarakat itu sendiri dengan cara rutin mengadakan siskamling. Sementara peran Bhabinkamtibas dan Babinsa sebagai penyuluh soal bahaya aksi tawuran bagi masyarakat.

"Aksi ini bisa dicegah bila ada peran serta masyarakat. Untuk itu kami minta masyarakat membantu dengan membentuk siskamling sehingga bila ada kejadian serupa bisa dideteksi secara dini," kata Evi.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved