Operasi Cipta Kondisi

Meresahkan Warga, Sebanyak 22 Pemuda Terjaring Operasi di Depok

Sebanyak 22 pemuda yang dianggap meresahkan warga Depok diamankan petugas dalam Operasi Cipta Kondisi yang digelar aparat Polresta Depok,

Meresahkan Warga, Sebanyak 22 Pemuda Terjaring Operasi di Depok
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Sejumlah pemuda yang dianggap merasahkan warga Depok diamankan petugas dalam Operasi Cipta Kondisi yang digelar aparat Polresta Depok, di seluruh wilayah Kota Depok, Minggu (9/10/2016) malam. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Sebanyak 22 pemuda yang dianggap meresahkan warga Depok diamankan petugas dalam Operasi Cipta Kondisi yang digelar aparat Polresta Depok, di seluruh wilayah Kota Depok, Minggu (9/10) malam.

Dari 22 pemuda yang diamankan, enam orang diantaranya diketahui menjadi penyalahguna narkoba, lima orang merupakan tukang parkir liar, dan sebelas pemuda lainnya diketahui hendak tawuran.

Hal itu dikatakan Kepala Bagian Operasi Polresta Depok Komisaris Agus Widodo, Senin (10/10).

20161010Meresahkan Warga, Sebanyak 22 Pemuda Terjaring Operasi di Depok1
Sejumlah pemuda yang dianggap merasahkan warga Depok diamankan petugas dalam Operasi Cipta Kondisi yang digelar aparat Polresta Depok, di seluruh wilayah Kota Depok, Minggu (9/10/2016) malam.

"Operasi ini digelar untuk menekan kejahatan jalanan di Depok mulai dari pencurian dengan pemberatan dan dengan kekerasan, penganiayaan berat, tawuran hingga peredaran narkoba dan miras," kata Agus.

Menurut Agus pihaknya menurunkan sekitar 134 petugasnya, dalam operasi yang menyisir seluruh jalanan dan tempat nongkrong anak muda di Depok tersebut.

Agus menjelaskan untuk 6 orang yang kedapatan menjadi penyalahguna narkoba dipastikan akan diproses secara hukum yang berlaku.

"Kini Satresnarkoba kami tengah mendalami dan mengembangkan kasus 6 orang ini," kata Agus.

Sementara untuk 5 orang yang menjadi tukang parkir liar, akan dilakukan pembinaan dan dipulangkan kembali ke keluarga.

"Sedangakan untuk 11 orang yang hendak tawuran masih akan didalami dan yang terbukti melawan hukum dengan membawa senjata tajam, akan diproses selanjutnya," kata Agus.

Menurutnya dari tangan mereka, didapati beberapa senjata tajam, yang diduga hendak digunakan untuk tawuran.

Senjata-senjata itu, mulai dari pedang samurai, gir motor yang dimodifikasi dengan tali, celurit, serta stik golf.

"Mereka yang terbukti membawa senjata tajam akan diproses sesuai hukum dengan undang-undang darurat," kata Agus.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved