WartaKota/

Pengamat: Ini Penyebab Turis Amerika Serikat Malas Kungjungi Indonesia

Kita seharusnya memberikan pemahaman bahwa Indonesia adalah negara yang aman. Secara kita prosedurnya bagus untuk penanganan keamanan

Pengamat: Ini Penyebab Turis Amerika Serikat Malas Kungjungi Indonesia
Kompas.com
KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Turis asing asal Amerika Serikat yang menumpang kapal pesiar Volendam berfoto bersama penari-penari dan ondel-ondel yang menyambut di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (7/1/2016). Kapal pesiar Volendam merupakan kapal pesiar milik Belanda yang dioperatori oleh Holland American Line. 

WARTA KOTA, JAKARTA - Pengamat Pariwisata Ida Bagus Surakusuma mengatakan bagi wisatawan asing, kenyamanan dan keamanan di negara-negara Asia masih diragukan.

Laki-laki yang akrab disapa Gus Lolec ini menyebutkan wisatawan Amerika Serikat cenderung lebih memilih pergi ke Jepang, Australia, dan Eropa.

"Kita seharusnya memberikan pemahaman bahwa Indonesia adalah negara yang aman. Secara kita prosedurnya bagus untuk penanganan keamanan," ujar Gus Lolec saat dihubungi KompasTravel, Selasa (4/10/2016).

Pentingnya pemahaman bahwa Indonesia adalah negara yang cinta damai perlu disebarluaskan ke negeri adidaya tersebut.

Gus Lolec juga menekankan pemahaman itu juga mesti dibarengi promosi-promosi destinasi wisata yang dimiliki oleh Indonesia.

"Karena mereka ingin bawa pulang kenangan dari Indonesia. Segala kemungkinan atraksi ada semua di Indonesia. Seperti melihat macan, badak, orang utan. Itu semua anugerah kita sebagai destinasi wisata," sebutnya.

Gus Lolec menyebutkan wisatawan Amerika Serikat adalah wisatawan yang sangat menerapkan disiplin dalam segala hal.

Ia menyebutkan mereka tak suka dengan sampah, segala ketidakteraturan di destinasi wisata, dan sangat kritis dalam bertanya.

Gus Lolec menambahkan pemerintah harus terus melakukan promosi pariwisata secara terus menerus.

Ia juga mengingatkan agen-agen perjalanan wisata saat berpromosi di Amerika Serikat juga harus dipertimbangkan dalam segi kemampuan bahasa, penguasaan produk pariwisata, dan mampu menyakinkan wisatawan Amerika Serikat supaya mau membeli paket-paket wisata.

Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help