Pilkada DKI Jakarta

LSI Sebut Ahok Potensial Kalah di Pilkada DKI

Elektabilitas calon gubernur Basuki Tjahaja Purnama kembali anjlok. Bahkan, persentase penurunan kali ini sangat besar.

LSI Sebut Ahok Potensial Kalah di Pilkada DKI
Fitri Wulandari
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok 

WARTA KOTA, RAWAMANGUN - Hasil survei Lembaga Survey Indonesia (LSI) yang dirilis Selasa (4/10/2016) menunjukkan, elektabilitas calon gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang kembali anjlok. Bahkan, persentase penurunan kali ini sangat besar.

Dari survey yang dilakukan sebelumnya pada Maret, elektabilitas Ahok sebesar 59,3 persen dan Juli sebesar 49,1 persen. Kini, elektabilitas Ahok hanya 31,4 persen.

Peneliti LSI Peneliti LSI Adjie Alfaraby saat merilis hasil survey di kantor LSI Rawamangun menyebut, jika elektabilitas dan tingkat kesukaan terus menurun, Ahok berpotensi kalah. Apalagi, elektabilitas dua pasangan lain semakin mendekat. Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebesar 21,1 persen dan Agus Harimurti-Sylviana 19,3 persen.

"Tingkat pengenalan atas Ahok sudah hampir 100 persen tapi elektabilitas dan tingkat kesukaan terus menurun. Ini adalah warning bagi Ahok. Sementara dua pasangan lain dengan tingkat populer lebih rendah, elektabilitasnya cenderung meningkat," kata Adji.

Idealnya, kata Adjie, calon imcumbent bisa menangi pilkada jika selisih elektabilitas di atas 20 persen dari pesaingnya. "Sekarang selisih dengan pesaing terdekat hanya 10 persen. Jika trennya menurun, Ahok akan terancam," katanya.

Terlebih, jika pilkada dilakukan dua putaran. "Gabungan suara Anies-Uno dan Agus-Sylvie bisa berada jauh di atas suara Ahok-Djarot," katanya.

Adjie menyebut, dengan hasil survey saat ini, semua pasangan calon berpotensi masuk ke putaran kedua bahkan berpotensi memenangi pilkada.

"Sudah tidak ada yang sangat kuat atau sangat lemah. Distribusi suara sudah merata," katanya.

Adapun pasangan Ahok-Djarot bisa memenangi pertarungan pilkada jika mereka dan tim suksesnya bisa meredam sentimen anti-Ahok yang sudah terlanjur meluas.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved