Hingga September 2016, PTSP Jakarta Utara Layani 15.690 Perizinan

Pemkot Jakarta Utara melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), sudah memberikan pelayanan sebanyak 15.690 perizinan periode Januari-September 2016.

Hingga September 2016, PTSP Jakarta Utara Layani 15.690 Perizinan
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Suasana kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang sepi akan warga untuk melakukan perekaman e-KTP di akhir pekan, yakni pada Sabtu (17/9/2016). 

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), sudah memberikan pelayanan sebanyak 15.690 perizinan periode Januari-September 2016.

Kepala Kantor PTSP Jakarta Utara, Suryono mengatakan, dominan masyarakat di Jakarta Utara mengurus Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP).

"Selain itu ada izin trayek seperti Kartu Izin Usaha. Untuk Kelautan dan Perikanan pengurusan Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI), baru IMB. Gencarnya masyarakat untuk memanfaatkan pelayanan di PTSP, terhitung kami sudah melayanan 15.690 perizinan pada periode Januari-September 2016," ungkapnya, Selasa (4/10/2016).

Ia mengatakan, berdasarkan unit pelayanannya, pengurusan izin perdagangan yang paling banyak dilayani dengan jumlah 8.690 berkas. Sementara untuk perizinan perhubungan 1.917 berkas, penataan ruang 1.353 berkas, dan izin kelautan dan perikanan sebanyak 1.160 berkas.

"Disusul pengurusan izin pembangunan, kebudayaan dan pariwisata, pertanahan yang menjadi kewenangan daerah, serta lingkungan hidup. Selain itu rata-rata setiap bulan KPTSP Jakarta Utara menerbitkan 1.500 lebih berkas," jelasnya.

Ia menjelaskan, sebagian besar kepengurusan perizinan tersebut tidak dipungut biaya apapun. Namun, untuk pelayanan tertentu memiliki nilai retribusi resmi.

Suryono pun menambahkan, untuk mencegah membludaknya pemohon yang datang ke PTSP petugas akan mensosialisasikan ke pemohon untuk memanfaatkan kemudahan-kemudahan layanan yang ada.

"Per-Oktober 2016, ada kebijakan badan terkait menggunakan antrian online. Kami arahkan si pemohon untuk menggunakan AJIB untuk pemanfaatan perizinan online. Setidaknya, masyarakat tak perlu lagi ke PTSP dan hanya tinggal menggunakan jasa online di rumah hanya untuk perizinan," jelas Suryono.

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved