Pilkada DKI Jakarta

Empat Hal Membuat Elektabilitas Ahok Terjun Bebas

Hasil survei LSI menunjukkan, elektabilitas calon gubernur Basuki Tjahaja Purnama kembali anjlok. Bahkan, persentase penurunan kali ini sangat besar.

Empat Hal Membuat Elektabilitas Ahok Terjun Bebas
Fitri Wulandari
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok 

WARTA KOTA, RAWAMANGUN - Hasil survei Lembaga Survey Indonesia (LSI) yang dirilis Selasa (4/10/2016) menunjukkan, elektabilitas calon gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kembali anjlok. Bahkan, persentase penurunan kali ini sangat besar.

Dari survei yang dilakukan sebelumnya pada Maret sebesar 59,3 persen dan Juli sebesar 49,1 persen , elektabilitas Ahok kini hanya 31,4 persen.

Peneliti LSI Adjie Alfaraby menyebut, setidaknya ada empat faktor penyebab turunnya elektabilitas Ahok yang menyatu sebagai sentimen negatif bagi petahana.

Pertama, banyaknya penggusuran yang dilakukan. Menurut Adjie, dari sisi aturan mungkin kebijakan penggusuran tidak salahi aturan. Namun, kenyataannya banyak pihak yang menjadi antipati terhadap Ahok dikarenakan anggapan cara penggusuran yang dinilai arogan.

"Asumsi selanjutnya, berbagai penggusuran ini dilakukan berbanding terbalik dengan kebijakan Ahok terhadap para pengusaha. Misalnya kengototan Ahok untuk melanjutkan proyek reklamasi teluk Jakarta."

Faktor kedua terkait isu personality. Dalam hal ini, kata Adjie, Ahok dianggap memiliki karakter kasar, contohnya memaki pegawai di hadapan publik. Ahok juga dianggap congkak.

"Yang paling dominan, Ahok diangap sosok yang tidak konsisten dalam berbagai pernyataan. Salah satunya ketika dia ketika hendak maju lewat jalur independent selalu bilang tidak butuh parpol, namun akhirnya menggunakan kendaraan parpol."

Ketiga adalah adanya isu primordial yakni isu agama dan etnis. "Dari survei kami, lebih dari 40 pemilih tidak bersedia dipimpin non muslim. Ini memang bertentangan dengan demokrasi, namun kenyataan di masyarakat demikian. Ini bisa menjadi senjata buat pihak tertentu untuk terus memainkan isu ini."

Keempat, imbuh Adjie, adanya alternatif calon yang fresh.

"Kalau sosok lama, di luar Risma, yang dimunculkan, mungkin Ahok sulit dikalahkan. Tapi dengan adanya sosok Anies dan Agus yang dinilai punya integritas yang baik, makin menggerus elektabilitas Ahok."

Survei LSI dilakukan 28 September-2 Oktober 2016 dengan melibatkan 440 responden. Riset dilakukan dengan metode multi-stage random sampling dengan margin of error 4,8 persen. Survei ini dibiayai dengan dana LSI sendiri.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved