Pemilukada DKI Jakarta

Ini Aturan Kampanye Melalui TV

Tiga bakal pasangan calon gubernur DKI Jakarta 2017 diwajibkan mematuhi aturan main tentang iklan kampanye di media massa.

Ini Aturan Kampanye Melalui TV
Faizal Rapsanjani
Suasana pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta di di Kantor KPU DKI Jakarta. 

WARTAKOTA, PALMERAH - Tiga bakal pasangan calon gubernur DKI Jakarta 2017 diwajibkan mematuhi aturan main tentang iklan kampanye di media massa.

Pasalnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI hanya memperbolehkan iklan kampanye selama 14 hari menjelang masa tenang kampanye.

"Iklan itu baru akan disiarkan menjelang hari tenang (12 Februari 2017), dua Minggu sebelum hari tenang. Sekarang hanya baru metodenya alat peraga kampanye, kemudian pertemuan dan kegiatan perkumpulan massa," kata Dahlia Umar, Ketua Pokja Kampanye DKI Jakarta, di Kantor KPU DKI Jakarta, Sabtu (1/10).

Sesuai peraturan KPU no 7 tahun 2015 tentang kampanye pemilihan gubernur dan wakil gubernur, Jumlah penayangan Iklan Kampanye di radio untuk setiap Paslon, paling banyak 10 spot, berdurasi paling lama 60 detik, untuk setiap stasiun radio, setiap hari selama masa penayangan.

Dan Iklan Kampanye di televisi untuk setiap Pasangan Calon, paling banyak kumulatif 10 spot, berdurasi paling lama 30 detik setiap stasiun televisi dalam setiap hari selama masa penayangan Iklan Kampanye.

"Kalau iklan di TV 30 detik maksimal 10 kali sehari untuk satu lembaga publik, kalau radio 60 detik maksimal 10 kali untuk lembaga penyiaran radio," kata Dahlia.

Dahlia Umar menuturkan pihaknya akan membiayai alat peraga kampanye termasuk iklan kampanye, bagi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.

"Itu kami yang memasang, jika ada yang memasang tim kampanye maka akan kena sanksi pembatalan calon," jelasnya.

Jika hasil investigasi menyatakan tim Paslon terbukti menyiarkan iklan, lanjut Dahlia, maka hal tersebut menyalahi aturan KPU DKI dan dapat dikenakan sanksi yakni, pembatalan calon.

Kampanye melalui TV

Halaman
12
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help