Tax Amnesty

Tarif Tebusan Tax Amnesty di Jakarta Utara Capai Rp 7,6 Triliun

Atau, terhitung dua kali lipat dari target yang sudah ditetapkan oleh KKP, sebelum Tax Amnesty ini diberlakukan

Tarif Tebusan Tax Amnesty di Jakarta Utara Capai Rp 7,6 Triliun
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Sejumlah warga di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jakarta Sunter dan KPP Pratama Jakarta Kelapa Gading, Jakarta Utara, terpantau penuh sesak agar dapat mengikuti program pengampunan pajak atau disebut Tax Amnesty, yang diketahui memasuki hari terakhir, Jumat (30/9/2016). 

WARTA KOTA, KOJA - Sejumlah warga di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jakarta Sunter dan KPP Pratama Jakarta Kelapa Gading, Jakarta Utara, terpantau penuh sesak agar dapat mengikuti program pengampunan pajak atau disebut Tax Amnesty, yang diketahui memasuki hari terakhir, Jumat (30/9/2016). Program yang sudah dimulai di periode pertama pada 1 Juli - 30 September 2016, dan Sabtu (1/10/2016) ini, diketahui tarif tebusan tax amnesty bagi wajib pajak (WP) perorangan di dalam negeri telah mengalami peningkatan dari 2 persen menjadi 3 persen, atau mencapai Rp 7,6 triliun.

"Jakarta Utara yang merupakan sentra bisnis dan industri pencapaian tebusan dari Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Utara sudah mencapai Rp 7,6 Triliun. Atau, terhitung dua kali lipat dari target yang sudah ditetapkan oleh KKP, sebelum Tax Amnesty ini diberlakukan," ungkap Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Utara, Pontas Pane.

Pontas menjelaskan pihaknya telah melakukan koordinasi ke 7 kepala KPP tingkat Pratama dan 1 kepala KKP tingkat Madya, terkait untuk meningkatkan pelayanan di hari periode I Tax Amnesty yang terakhir. Ia pun menambahkan, seluruh kakanwil telah melakukan antisipasi di saat terakhir.

"Kami sudah mengantispasi, kondisi yang kini membeludak akan para WP yang mengikuti tax amnesty. Ini tanda pemerintah berhasil untuk mengedukasi masyarakat agar melaporkan harta dan kekayaannya dengan jujur," paparnya.

Kembali ia menjelaskan, hingga data terakhir pada Jumat (30/9/2016) kali ini, terhitung Rp 7,6 triliun yang merupakan total uang tebusan yang dibayarkan oleh WP selama kurun waktu tiga bulan terakhir. Dikatakan Pontas, terkait total uang tebusan sebesar Rp 7,6 Triliun itu berasal dari kurang lebih 24 ribu wajib pajak.

"Kurang lebih 24 ribu WP dengan persentase jumlah tebusan paling banyak ada di KPP Pratama Jakarta Pluit sebesar Rp 2,8 Triliun, kemudian menyusul KPP Pratama Jakarta Kelapa Gading sebesar Rp 1,5 Triliun, dan KPP Jakarta Sunter mencapai Rp 1,06 Triliun. Sementara untuk seluruh Jakarta Utara, totalnya uang tebusan sebanyak Rp 7,3 triliun sampai hari kemarin," jelas Pontas.

Ia menambahkan, "Namun, dari data yang kami prediksi saat ini di 8 kantor, akan ada tambahan sebesar Rp 300 miliar. Sehingga target hari ini kemungkinan akan dapat jauh lebih besar, sebab jumlah WP yang datang terus-terusan berdatangan. Di wilayah KPP Pratama lainnya di Jakarta Utara yang cukup tinggi yakni ada di wilayah Pademangan," tambahnya.

Ia mengaku, untuk KPP Pramata Tanjung Priok, Koja, dan Cilincing, besaran nilai total tebusan pajak dalam program Tax Amnesty tidak terlalu besar. Ia menjelaskan, hal itu lantaran jauh lebih didominasi dari pekerja dan permukiman penduduk menengah ke bawah.

"Justru mereka yang ada di wilayah Kelapa Gading, Pademangan, dan Penjaringan-Pluit inilah kumpulannya dari para pengusaha dan pemilik modal," terangnya.

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved