Demo Buruh

Ini Tuntutan Buruh Saat Demo Besar Pada 29 September 2016 dan Alih Arus Lalu Lintasnya

Sekjen Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Rusdi, mengatakan, ada 4 tuntutan buruh saat demo nanti.

Ini Tuntutan Buruh Saat Demo Besar Pada 29 September 2016 dan Alih Arus Lalu Lintasnya
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ilustrasi : Ribuan buruh se-Jabodetabek berjalan menuju Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2016). 

WARTA KOTA, SEMANGGI - Buruh akan menggelar demo besar-besaran di Jakarta pada Kamis (29/9/2016).Sebanyak 15.000 - 20.000 massa buruh diprediksi akan hadir.

Sekjen Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Rusdi, mengatakan, ada 4 tuntutan buruh saat demo nanti.

Pertama, kata Rusdi, buruh meminta pemerintaj mencabut PP Pengupahan nomor 78.

"Menurut kami PP itu bertentangan dengan UU No 13 tentang ketenagakerjaan," kata Rusdi kepada wartawan, termasuk Wartakotalive.com usai rapat koordinasi di Polda Metro Jaya, Selasa (27/9/2016).

Menurut Rusdi, PP nomor 78 itu salah menentukam upah minimun. Dimana penetapan upah minimum hanya berdasarkan kebutuham hidup. Padahal seharusnya sesuai inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Kedua, kata Rusdi, pihaknya menolak upah murah di seluruh Indonesia. Sebab di beberapa, terutama di Jawa Barat, diberlakukan upah minimum padat karya. Angkanya jauh dibawah upah minimum.

Ketiga, ucap Rusdi, pihaknya meminta upah minimum secara nasional 450 ribu atau sekitar 20% dari upah Jabodetabek.

"Ini dalam rangka meningkatkan daya beli. Karena kami lihat krisis hari ini sederhana, penyebabnya adalah daya beli yang menurun sehingga produk dari industru tidak terserap oleh masyarakat. Solusi dari krisis ini justru menaikkan upah, sebagai sarana redistribusi provit dari pengusaha kepada buruh," papar Rusdi.

Sedangkan keempat, kata Rusdi, pihaknya meminta agar pemerintah mencabut UU Tax Amnesty.

"Kami sudah mengajukan judicial review terhadap UU tax amnesty. Kita sepakat pemerintah hari ini sedang mengalami devisit anggaran, tapi kalau targetnya 165 Triliun, menurut kami banyak cara. Tak perlu pakai UU Tax Amnesty," ucap Rusdi.

Halaman
123
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved