Pilkada

Inilah Hasil Survei Elektabilitas Terakhir Para Calon Gubernur

Inilah hasil survei yang dilakukan terhadap 500 orang responden pada 23 sampai 24 September 2016 ini.

Inilah Hasil Survei Elektabilitas Terakhir Para Calon Gubernur
Foto selfi para calon gubernur dan calon wakil gubernur yang akan berlaga di Pilkada DKI Jakarta 2017-20122 yang banyak beredar di media sosial. 

WARTA KOTA, PALMERAH— Hasil survei yang dilakukan Media Research Center menyebutkan, pasangan bakal calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan wakilnya, Djarot Saiful Hidayat, menempati posisi teratas jika pilkada DKI Jakarta, dilakukan sekarang.

Dalam keterangan yang diterima Tribunnews.com, Minggu (25/9/2016), survei yang dilakukan terhadap 500 orang responden pada 23 sampai 24 September 2016 ini.

Hasilnya, elektabilitas pasangan Ahok-Djarot berada paling tinggi, yaitu 37,8 persen.

Menempati urutan kedua, pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dengan 28,3 persen, dan pasangan Agus Harimukti-Sylviana Murni, 17,3 persen.

500 responden itu, sebanyak 8,1 persen menyatakan masih rahasia, dan sisanya 8,5 persen mengaku belum tahu siapa pasangan cagub DKI Jakarta yang akan dipilih.

Margin of error (MoE) untuk membaca hasil survei ini, disebut MRC, adalah 4,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sampel dalam survei ini sepenuhnya ditarik secara acak (probability sampling). Kerangka sampel yang digunakan adalah daftar nama pada kartu keluarga (KK) di wilayah RT. Primary sampling unit (PSU) adalah wilayah setingkat kelurahan.

Sejak tahun 2015, MRC mengembangkan riset survei yang terkait dengan perilaku pemilih (voters behavior). Riset semacam ini menjadi landasan dalam survei preferensi politik masyarakat menjelang pemilihan kepada daerah (pilkada).

Penyelenggaraan kegiatan survei preferensi politik pemilih dalam pilkada dilakukan oleh para peneliti yang andal dan memiliki pengalaman di atas 10 tahun di bidangnya.

MRC mengklaim hasil survei yang dilakukannya dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.

Sejak pertama kali menyelenggarakan survei preferensi politik, hingga saat ini MRC sudah melakukan 46 kali survei.

Pengalaman ini setidaknya bisa dijadikan jaminan bahwa survei yang dilakukan sangat kredibel, baik ditinjau dari sudut pandang metodologi, maupun manajemen risetnya.

Survei yang dilaksanakan selama dua hari yang dilakukan MRC menghasilkan data bahwa sebagian besar responden 89,5 persen beragama Islam, beragama Kristen Protestan 5,7 persen, Katolik 2,4 persen, Budha 1,5 persen, dan lainnya 0,9 persen.

Fakta di atas semakin membuktikan bahwa perbedaan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) dalam pilkada DKI Jakarta sudah cair, sehingga sentimen SARA tidak bisa lagi dijadikan 'barang dagangan' untuk memenangkan pasangan calon.

Penulis:
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved