Home »

Depok

Razia PSK

Berkedok Terapis Pijat, 20 PSK di Depok Dijaring Petugas

Sebanyak 20 PSK dijaring dari sejumlah hotel kelas melati dan panti pijat yang ada di wilayah Cimanggis dan Tapos, Depok.

Berkedok Terapis Pijat, 20 PSK di Depok Dijaring Petugas
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Sejumlah perempuan pekerja seks komersial (PSK), yang berkedok sebagai terapis pijat, di sejumlah hotel kelas melati dan panti pijat di Kota Depok, yang berhasil djaring petugas Satpol PP Depok, dalam razia gabungan yang digelar, Sabtu (24/9) dini hari, saat didata petugas. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Sebanyak 20 perempuan pekerja seks komersial (PSK), yang berkedok sebagai terapis pijat, di sejumlah hotel kelas melati dan panti pijat di Kota Depok, berhasil djaring petugas Satpol PP Depok, dalam razia gabungan yang digelar, Sabtu (24/9) dini hari.

Satpol PP juga melibatkan kepolisian, TNI dan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Depok dalam operasi yang digelar itu.

Selain itu, Satpol PP Depok juga menyita 493 botol minuman keras (miras) berbagai jenis, dari sejumlah hotel dan panti pijat tersebut, serta warung remang-remang dan rumah bernyanyi di wilayah barat dan timur Kota Depok.

Kasatpol PP Depok, Dudi Miraz menyebutkan bahwa sebanyak 20 PSK dijaring pihaknya, diamankan dari sejumlah hotel kelas melati dan panti pijat yang ada di wilayah Cimanggis dan Tapos, Depok.

Menurutnya sejumlah hotel kelas melati dan panti pijat yang ada di wilayah Cimanggis dan Tapos Depok, selama ini memang disinyalir dijadikan tempat prostitusi terselubung.

"Banyak hotel kelas melati dan panti pijat di wilayah itu dijadikan tempat prostitusi terselubung," kata Dudi, Sabtu.

Para PSK, katanya berkedok sebagai terapis pijat, namun juga dipastikan melakukan praktek prostitusi.

Sementara itu, sebanyak 493 botol miras yang disita, sebagian didapat dari pedagang di sekitar hotel dan panti pijat yang dirazia, serta sebagian lainnya dari beberapa warung remang-remang dan rumah bernyanyi yang ada di Cimanggis dan Tapos serta di wilayah barat Depok.

Dudi menjelaskan dari 20 PSK yang dijaring, hanya 5 orang yang memiliki kartu identitas sementara 15 lainnya tidak.

"Seorang PSK dibawah umur karena belum 17 tahun. Sementara lainnya berusia antara 23 sampai 30 tahun. Semuanya kita bawa ke Kantor Satpol PP Depok dan sudah kita data," kata Dudi.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help