Warung dan Tempat Makan Pakai Nama Pornografi Ditegur Pemkot Depok

Teguran lisan dan tertulis itu diberikan dengan didatangi secara langsung, oleh aparat Satpol PP Depok, Kamis (22/9/2016).

Warung dan Tempat Makan Pakai Nama Pornografi Ditegur Pemkot Depok
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Satpol PP berikan teguran ke salah satu warung yang namanya dianggap pornografi dan diminta untuk mengubah nama tempat usaha mereka itu, Kamis (22/9/2016). 

WARTA KOTA, DEPOK - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Depok akhirnya memberikan teguran baik lisan dan tertulis ke sejumlah warung, tempat makan, restoran dan kafe di Depok, yang namanya dianggap berbau pornografi.

Teguran lisan dan tertulis itu diberikan dengan didatangi secara langsung, oleh aparat Satpol PP Depok, Kamis (22/9/2016).

Kepala Satpol PP Depok, Dudi Miraz menuturkan dengan teguran ini diharapkan semua pengelola dan pemilik usaha berupa warung, rumah makan, restoran dan kafe tersebut mau mengubah nama atau brand usaha mereka.

"Kami berikan teguran untuk mereka, agar mau mengubah nama warung atau nama tempat usahanya," kata Dudi.

Menurutnya teguran ini merupakan instruksi langsung dari Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna untuk menertibkan usaha di Depok yang menggunakan brand atau nama-nama yang dianggap berbau pornografi.

Jika dalam beberapa hari, para pelaku usaha warung, rumah makan, restoran atau kafe belum juga mengubah nama tempat usaha mereka, maka pihaknya akan melakukan tindakan lebih jauh, mulai dari penertiban nama plang usaha mereka sampai penutupan tempat usaha.

Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna menuturkan teguran ini menandakan pihaknya secara serius ingin agar para pengusaha atau pemilik restoran, cafe atau tempat makan di Kota Depok, agar menggunakan nama dan merk yang santun serta tidak berbau pornografi atau berkonotasi negatif.

Bukan hanya nama dan merk saja, kata Pradi, jika ditemukan pula ada menu-menu yang disajikan namanya berbau pihaknya juga meminta hal serupa, agar menggantinya.‬

‪"Sebab ini tidak mencerminkan Depok sebagai Kota yang Unggul, Nyaman, dan Religius.‬ Sehingga kami minta namanya diganti dengan yang lebih elegan, dan yang mencerminkan Kota Depok," kata Pradi di Balai Kota Depok, Kamis (22/9/2016).‬

‪Ke depan, kata Pradi pihaknya akan kembali melakukan evaluasi lagi untuk penamaan restoran serta tempat makan di Depok sekaligus nama menu yang disediakan, apakah ada yang berbau pornografi atau tidak.‬


"Kami juga berharap masyarakat melaporkan ke kami jika ada tempat usaha yang namanya berbau pornografi dan meresahkan," kata Pradi.

Ia menuturkan sejumlah tempat makan, restoran dan kafe di Depok yang mendapat teguran keras kali ini, diantaranya warung Mie Jablay di kawasan Cimanggis, Kafe Moo Nenen di kawasan Kelapa Dua serta tempat makan Ranjang 69 di kawasan Margonda Depok.

"Beberapa lainnya di semua wilayah di Depok, juga kita berikan teguran," kata dia

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help