Tampilkan Wanita Berdarah, Iklan Grab Dinilai Langgar Etika

Iklan yang ditampilkan di media sosial itu telah melanggar etika periklanan di Indonesia.

Tampilkan Wanita Berdarah, Iklan Grab Dinilai Langgar Etika
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Ilustrasi. Aksi ratusan pengemudi Grabbike saat mengetahui rekan mereka dikeroyok sekelompok preman di depan Detos di Jalan Margonda, Depok. 

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Kontroversi iklan #PilihAman milik perusahaan ojek online Grab masih terus berlanjut.

Pemerhati industri iklan Indonesia, Ridwan Sanjoyo menilai iklan yang ditampilkan di media sosial itu telah melanggar etika periklanan di Indonesia.

Salah satunya adalah visualisasi iklan yang menampilkan perempuan yang berdarah-darah.

"Saya pribadi menilai itu sudah melanggar etika pariwara Indonesia," kata Ridwan saat dihubungi di Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (20/9).

Menurutnya, iklan tersebut ditampilkan di media sosial di mana semua orang dari berbagai usia bisa mengakses dengan bebas.

Hal itu dianggap kurang tepat karena tidak semestinya iklan yang ditampilkan berbau kekerasan atau sesuatu hal yang sangat mengerikan seperti itu bisa diakses dengan sangat mudah oleh semua umur.

Meski pesan yang disampaikan adalah keselamatan berkendara, dia merasa iklan tersebut tidak tepat dan terlalu vulgar. Ridwan juga mengatakan iklan tersebut juga overclaim.

Sebab, klaim yang menyebut bahwa menggunakan Grab lebih aman dari ojek konvensional belum bisa dipertanggungjawabkan.

Hal itu karena tidak ada jaminan 100 persen bahwa menggunakan jasa Grab tidak akan mengalami kecelakaan. Seluruh moda transportasi tentunya memiliki risiko kecelakaan.

"Kan tidak ada yang bisa jamin tidak akan kecelakaan meski pengemudinya sudah lulus pelatihan, apalagi kecelakaan yang melibatkan Grab juga pernah terjadi,” kata Ridwan.

Bahkan, tak lama setelah iklan #PilihAman keluar, terjadi kecelakaan yang melibatkan pengemudi Grab di area Gambir hingga sang pengemudi meninggal dunia.

Ridwan menilai, dasar klaim yang disarikan dalam iklan tersebut oleh tim pembuat iklan haruslah dipertanyakan. Terutama, bagian membandingkan dengan ojek pangkalan dengan cara kurang etis.

"Apalagi pengemudi Grab itu juga banyak yang berasal dari ojek pangkalan," ujar dia melanjutkan.

Perlu diketahui, Grab meluncurkan iklan terbarunya di media sosial dengan menggunakan slogan #PilihAman dan menuai kecaman serta kritik dari para netizen.

Salah satu sebabnya adalah karena penampakan wanita yang berdarah-darah dengan luka yang sangat mengerikan di sekujur tubuhnya, dan seolah hal seperti ini kemungkinan akan terjadi bila penumpang memilih ojek pangkalan daripada Grab.

iklan

Penulis: Bintang Pradewo
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved