Water Treatment Plant

Kurangi Defisit Air Bersih, WTP Dibangun di Hutan Kota Penjaringan

Nilai investasi dari pembangunan WTP Pejagalan tersebut, papar Chairul, terhitung sebesar Rp 113 Miliar.

Kurangi Defisit Air Bersih, WTP Dibangun di Hutan Kota Penjaringan
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
PT Jakarta Propetindo (Jakpro) dan Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya melakukan kerjasama dengan membangun sebuah sarana pengolahan air bersih atau Water Treatment Plant (WTP), di Hutan Kota, Jalan Kepanduan II, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov DKI Jakarta ini meresmikan pembangunan itu dengan groundbreaking, pada Kamis (15/9/2016). 

WARTA KOTA, PENJARINGAN - PT Jakarta Propetindo (Jakpro) dan Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya melakukan kerjasama dengan membangun sebuah sarana pengolahan air bersih atau Water Treatment Plant (WTP), di Hutan Kota, Jalan Kepanduan II, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov DKI Jakarta ini meresmikan pembangunan itu dengan groundbreaking, pada Kamis (15/9/2016).

Pantauan Warta Kota, peresmian ini dihadiri sejumlah tamu undangan serta para petinggi dari dua perusahaan tersebut. Nampak hadir di acara itu antara lain Direktur Utama PT Jakarta Utilitas Propertindo, Chairul Hakim, Direktur Pengembangan Bisnis PT Jakpro, Hendra Lesmana, serta hadir Direktur Utama PAM Jaya, Erlan Hidayat.

Chairul mengatakan, keberadaan WTP yang dikelola oleh salah satu anak perusahaan Jakpro yakni PT Jakarta Utilitas Propertindo (JUP) itu, maka defisit air bersih yang dibutuhkan warga DKI Jakarta yang sebelumnya mencapai angka 3.800 - 9000 liter per detik, dapat mengurangi angka defisit tersebut hingga 500 liter per detik.

"Dengan keberadaan WTP Pejagalan yang mengambil sumber air baku dari Kanal Banjir Barat (KBB), dapat mengurangi angka defisit tersebut hingga 500 liter per detik. Sebelumnya mencapai angka 3.800 - 9000 liter per detik," kata Chairul di lokasi peresmian.

Pembangunan WTP itu, tutur Chairul, sebuah fasilitas pengolahan air bersih kedua setelah WTP pertama di Waduk Pluit yang berkapasitas hanya 50 liter per detik, dengan menggandeng PT Memiontec Indonesia. Ia pun yakin, kualitas air akan jauh lebih bersih.

"PT Memiontec Indonesia merupakan sebuah perusahaan pengolahan air bersih terkemuka asal Singapura. Untuk Target pengerjaan WTP ini, akan memakan waktu kurang lebih selama 1,5 tahun. Hasil kualitas air, nantinya akan jauh lebih baik. Sebab, kami sudah menggandeng partner yang memiliki pengalaman sangat baik di bidangnya," ucapnya kembali.

Nilai investasi dari pembangunan WTP Pejagalan tersebut, papar Chairul, terhitung sebesar Rp 113 Miliar. Pengerjaannya pun, tambah Chairul, akan dilakukan dalam dua tahap.

"Sebanyak dua tahap untuk pembangunan yang memakan biaya mencapai Rp 113 Miliar ini diantaranya bisa memproduksi 200 liter detik pada kurun waktu 9 bulan pertama, serta tambahan pasokan 300 liter per detik untuk 6 bulan berikutnya," paparnya.

Ia menambahkan, "Jadi intinya, pada Juni 2017 nanti kita sudah dapat memproduksi 200 liter dan pada akhir Desember seluruh infrastruktur yang ada sudah siap pada kapasitas total 500 liter per detik. Nantinya hasil air akan langsung dipasok melalui pipa induk ke pipa salah satu anak perusahaan PAM Jaya, yakni Palyja dengan harga Rp 2.650/ meter kubik," tambah Chairul.

Dalam pembiayaan proyek pembangunan sarana pengolahan air bersih tersebut, ucap Chairul, merupakan bukti sinergi dari BUMD dengan bantuan dari Direktur Pengembangan Bisnis PT Jakpro, Hendra Lesmana.

Halaman
12
Penulis: Panjibaskhara
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved