WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Koran Warta Kota

Obat Kedaluwarsa Bisa Mematikan

Pengamat Kesehatan, Marius Widjaya mengungkapkan obat yang sudah kedaluwarsa sangat berbahaya bagi tubuh manusia.

Obat Kedaluwarsa Bisa Mematikan
Warta Kota/Adhy Kelana
Suasana perdagangan obat di toko obat di Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Pengamat Kesehatan, Marius Widjaya mengungkapkan obat yang sudah kedaluwarsa sangat berbahaya bagi tubuh manusia.

Pasalnya obat yang sejatinya untuk menyembuhkan malah memberikan dampak negatif karena tidak lagi sesuai dengan peruntukannya.

Ia mengibarkan obat sebagai sebuah pisau bermata dua. Pasalnya obat memiliki dampak positif dan negatif. Jika obat tersebut baik dan sesuai dengan masa berlaku maka bisa menyembuhkan manusia yang meminumnya.

"Kalau obatnya rusak ya malah menjadi pencabut nyawa. Obat yang kedaluwarsa bukan obat yang untuk menyembuhkan tapi racun pencabut nyawa kita," ungkapnya, Rabu (7/9).

Sementara itu saat disinggung mengenai efek yang diterima oleh tubuh saat mengonsumsi obat kedaluarsa tidak bisa disamaratakan. Pasalnya ada banyak faktor pendukung yang harus diperhatikan dari sebuah obat kedaluwarsa.

"Itu harus dilihat dulu sudah berapa lama obat tersebut kedaluwarsa, apakah obatnya sudah terbuka atau masih tertutup, bentuk obatnya masih utuh atau sudah rusak. Ada banyak faktor jadi enggak bisa disamaratakan," katanya.

Begitupun halnya dengan dampak yang dirasakan oleh manusia yang mengonsumsi obat kedaluwarsa tidak bisa dipastikan. Pasalnya kondisi masing-masing individu berbeda-beda sehingga harus diperhatikan terlebih dahulu.

"Ada juga kalau racun yanh hebat bisa langsung mati yang mengonsumsi. Tapi ada juga yang akut, ada yang kronis, baru ketahuannya setelah sekian lama," ujarnya.

Disegel

Sedikitnya enam toko obat di Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (7/9) disegel oleh petugas dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan PD Pasar Jaya.

Halaman
12
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help