Home »

News

» Jakarta

Warga Keluhkan Keberadaan RPH Unggas di Lingkungan Permukiman Warga

Warga keluhkan keberadaan RPH unggas di lingkungan tempat tinggal mereka.

Warga Keluhkan Keberadaan RPH Unggas di Lingkungan Permukiman Warga
Warta Kota/Dwi Rizki
Warga keluhkan keberadaan RPH unggas di lingkungan tempat tinggal mereka. 

WARTA KOTA, CEMPAKA PUTIH -- Warga keluhkan keberadaan Rumah Potong Hewan (RPH) unggas di lingkungan mereka.

Bau menyengat, kotor serta banyaknya bulu berterbangan telah lumrah dirasakan warga yang tinggal di sekitar Rumah Pemotongan Unggas (RPU) Jalan Mardani, Cempaka Putih Barat, Cempaka Putih, Jakarta Pusat sejak lama. Warga pun tidak bisa berbuat banyak lantaran penampungan ayam belum dapat dihapuskan.

Keluhan tersebut disampaikan oleh Wahyu (42) warga RW 09 Cempaka Putih Barat. Dirinya mengaku kebingungan karena sejumlah keluhan terkait keberadaan RPU yang disampaikannya belum juga ditindaklanjuti pemerintah. Padahal, menurutnya, bakteri ataupun flu burung yang berasal dari ayam sangat berbahaya.

"Saya sudah lapor RT-RW, tapi belum juga ada jawaban, padahal bukan cuma siang saja, bau juga kecium kalau malam. Warga ya jelas takut, bukannya apa-apa, kalau siang-angin kencang itu debunya terbang-terbangan, kelihatan lewatin tembok belakang pemotongan (RPU-red) sampai ke rumah warga," ungkapnya kesal.

Karena itu, dirinya meminta agar Pemerintah Kotamadya Jakarta Pusat dapat segera menutup RPU yang tersebar di sepanjang Jalan Mardani Raya, khususnya RPU yang berada di sebelah Pasar Gembrong Baru. Alasannya karena lokasi RPU bersebelahan dengan permukiman warga.

"Walaupun mukanya ada di Jalan Mardani, penampungan sama pemotongannya ada di belakang, deket sama rumah warga, cuma dibatesin sama tembok dua setengah meter aja. Warga minta dihapusin aja, karena bahaya," ungkapnya.

Bukan cuma menyebabkan bau, aktivitas RPU dikatakan Dimas (38) tetangga Wahyu juga menjadi salah satu penyebab tercemarnya lingkungan. Hal tersebut ditunjukkannya lewat kondisi saluran air yang penuh endapan yang berasal dari kotoran ataupun hasil pencucian ayam.

"Jorok banget bang, bisa abang lihat sendiri saluran air di sini. Penuh semua, mana bau lagi," ungkapnya.

Keterangan keduanya terbukti benar, sejumlah saluran air di permukiman warga, persis di belakang Pasar Gembrong Baru ataupun RPU sangat kotor. Selain penuh endapan lumpur dan sampah, sejumlah sisa jeroan ayam terlihat mengambang di dalam saluran.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help