Kepsek SDN Jatirahayu V Jawab Diplomatis saat Ditanya Tudingan Ortu Siswa

Tadi saya sudah dipanggil oleh Inspektorat bersamaan dengan beberapa orangtua murid.

Kepsek SDN Jatirahayu V Jawab Diplomatis saat Ditanya Tudingan Ortu Siswa
Warta Kota/Fitiyandi Al Fajri
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (kiri) berbincang dengan Erli Irmayanti, orangtua siswa SDN Jatirahayu V, Kecamatan Pondokmelati, Kota Bekasi terkait dugaan ancaman yang dilayangkan oleh kepala sekolah setempat terhadap orangtua. 

WARTA KOTA, BEKASI - Kepala SD Negeri Jatirahayu V, Efinisi angkat bicara soal aduan para orangtua siswa kepada Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi terkait ancamannya karena mereka menolak membeli buku paket seharga Rp 468.000 dari sekolah.

Meski begitu, Efinisi enggan menjelaskan secara detail persoalan tersebut karena telah ditangani oleh pihak Inspektorat Kota Bekasi. Dia pun menjawab pertanyaan dari rekan media secara diplomatis.

"Tadi saya sudah dipanggil oleh Inspektorat bersamaan dengan beberapa orangtua murid. Kalau mau lengkap, silakan Anda tanyakan langsung kepada Inspektorat terkait jawaban saya soal masalah ini," singkat Efinisi kepada wartawan pada Senin (5/9) petang.

Seperti diberitakan, Kepala SD Negeri Jatirahayu V di Kecamatan Pondokmelati, Kota Bekasi dilaporkan ke Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi pada Senin (5/9). Pucuk di sekolah dasar tersebut dilaporkan oleh orangtua siswa Kelas IV atas dugaan ancaman.

Pantauan di lapangan, para orangtua dari siswa kelas IV mendatangi kantor Rahmat Effendi yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan pada Senin (5/9) siang. Rahmat yang menerima kunjungan orangtua siswa ini, langsung bertanya maksud kedatangannya.

Tanpa basa-basi, mereka kompak menyebut bahwa diancam oleh Kepala SDN Jatirahayu, Efinisi. Ancaman ini dipicu karena para orangtua siswa kelas IV menolak membeli sebuah buku pegangan atau tambahan yang diinstruksikan oleh kepala sekolah.

Selain melanggar aturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), harga buku Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang ditawarkan mencapai Rp 468.000 per paket.

"Kami keberatan pak disuruh beli buku tambahan. Kami minta ketegasan pemerintah daerah untuk menelusuri persoalan ini," ujar Erli Irmayanti, salah satu orangtua siswa.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help