WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Kasus Asusila

KPAI Minta Pelanggan Prostitusi Gay Online Juga Dihukum

Terungkapnya praktik prostitusi gay yang dilakukan secara online milik AR oleh Bareskrim Mabes Polri diakui Ketua KPAI Asrorun Niam sangat baik.

WARTA KOTA, MENTENG - Terungkapnya praktik prostitusi gay yang dilakukan secara online milik AR oleh Bareskrim Mabes Polri diakui Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Asrorun Niam sangat baik.

Namun, menurutnya, pekerjaan pihak Kepolisian harus terus dilanjutkan untuk menangkap sekaligus menghukum para pelanggan jasa AR kedepannya.

"Kami ingin seluruh pelakunya dihukum seberat-beratnya, bukan hanya mucikari tetapi juga pelanggan-pelanggannya. Hal ini untuk memberikan efek jera kepada para pelaku kejahatan anak," ungkapnya kepada wartawan pada Kamis (1/9/2016).

Hukuman berat serta berlapis tersebut menurutnya sangat layak, mengingat korban kejahatan diketahui merupakan anak-anak. Apalagi ditambahkannya, jumlah anak-anak yang menjadi korban tidak sedikit, yakni mencapai 99 orang anak.

"Sekarang ini baik orangtua dan anak yang menjadi korban sudah diamankan di Rumah Perlindungan Anak. Kami akan gali bagaimana modus dia (AR-red) merekrut mereka," ungkapnya.

Seiring dengan penyelidikan, AR kini ditahan di Bareskrim Mabes Polri. Pria itu dijerat Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Undang-undang Nomor 44 tentang Pornografi, Undang-undang Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help