Penggusuran Jakarta

Warga Bibir Kali Gendong Hijrah ke Koljem Cilincing

Puluhan bangunan yang berlokasi di RW 09 tepatnya disepanjang Jalan Bulak Cabe Cilincing, Cilincing, Jakarta Utara, dibongkar

Warga Bibir Kali Gendong Hijrah ke Koljem Cilincing
Warta Kota/Panji Bhaskara Ramadhan
Puluhan Rumah yang berlokasi di RW 09 tepatnya disepanjang Jalan Bulak Cabe Cilincing, Cilincing, Jakarta Utara, tengah dibongkar oleh pemiliknya sendiri, Selasa (30/8/2016). 

WARTA KOTA, PALMERAH— Dalam rangka pengembangan sistem drainase melalui kegiatan peningkatan turap saluran dan sheet pile di sepanjang Kali Gendong Cakung Drain, puluhan bangunan yang berlokasi di RW 09 tepatnya disepanjang Jalan Bulak Cabe Cilincing, Cilincing, Jakarta Utara, dibongkar oleh pemiliknya sendiri, Selasa (30/8/2016).

Lantaran mendapat surat himbauan perintah bongkar sendiri dari pihak Kelurahan dan Kecamatan, sejumlah warga pun lebih memilih hijrah ke pemukiman seberang, yakni kawasan yang marak akan prostitusi dan premanisme, yakni Kolong Jembatan (Koljem) Cilincing.

"Kalau enggak cari kontrakan di sekitar-sekitar sini (Jalan Bulak Cabe) ya di sekitar Koljem juga banyak. Mau ngapain jauh-jauh. Toh saya sudah 7 tahun di sini," jelas Zulkifli (45), warga yang sekaligus menjadi korban pembongkaran.

Zulkifli yang sudah dikaruniai empat anak mengatakan sulit jika mencari tempat pindah yang baru. Sebab, keempat anaknya yang masih duduk di bangku sekolah sulit mencari sekolah di tempat yang baru.

"Sulit di ongkos utamannya. Kalau saya pindah rada jauh dari lokasi ini, saya nyerah. Saya enggak bisa ngasih ongkos jalan buat keempat anak saya. Toh saya cuman nelayan dan buruh serabutan biasa. Penghasilan juga enggak seberapa," ucapnya sambil mengangkut kayu-kayu material kediamannya sendiri, yang dipindahkan ke kapal nelayan miliknya. Maka dari itu, saya rasa pindah ke seberang (Koljem) lebih baik kan," papar pria yang akrab disapa Zul.

Sama halnya dengan Tiani (40), warga asal Sumenep, Madura, Jawa Timur. Dirinya yang baru dua tahun dan membuka usaha toko sembako dan jajanan anak-anak mengaku stres lantaran belum mendapatkan tempat tinggal baru. Dirinya bersikeras akan membongkar bangunannya, apabila sudah mendapatkan tempat atau sebuah kontrakan yang layak untuk melanjutkan usahanya tersebut.

"Saya baru saja pulang kampung dari Sumenep. Sampai di sini semalam, wah kok warga pada ngebongkar bangunannya sendiri. Ada apa sebenarnya, sebab saya orang baru, dan baru tinggal dua tahun. Sebelumnya, sih enggak ada apa-apa, tau-tau begini. Saya nyari kontrakan dulu sekitaran sini, kalau enggak dapat, baru pindah ke seberang (Koljem) di sana kontrakan banyak juga. Gak apa-apa deh, daripada enggak ada tempat tinggal," katanya.

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved