Penertiban Taksi Online

Teriakan Penolakan, Ratusan Anggota Taksi Online Longmarch

Bermodalkan spanduk serta poster penolakan, mereka berjalan kaki atau long march menuju Gedung DPR Senayan pada Senin (22/8).

Teriakan Penolakan, Ratusan Anggota Taksi Online Longmarch
Warta Kota/Dwi Rizki
Ratusan anggota taksi online saat long march menuju gedung DPR Senayan, Senin (22/8). 

WARTA KOTA, TANAH ABANG -- Penolakan terkait penerapan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 32 Tahun 2016 tentang Pengaturan Angkutan Umum Berbasis Aplikasi dituangkan oleh ratusan anggota taksi Online wilayah Jabodetabek dalam aksi unjuk rasa.

Bermodalkan spanduk serta poster penolakan, mereka berjalan kaki atau long march menuju Gedung DPR Senayan pada Senin (22/8).

Aksi unjuk rasa tersebut terlihat dimulai pada pukul 14.30 WIB, ratusan anggota taksi online yang tergabung dalam Goguci itu berjalan kaki mulai dari titik kumpul awal, Area Parkir Timur Senayan melewati Jalan Gatot Subroto menuju Gedung DPR Senayan. Sementara, puluhan mobil mereka tinggalkan di area Parkir depan Gedung Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

"Kami melawan karena Permenhub jelas-jelas tidak memihak dan mematikan ekonomi rakyat kecil seperti kami. Kami minta agar Permenhub dicabut," teriak Andrawal, Advokasi Driver Online beroperasi di depan gerbang DPR RI, Jalan Gatot Subroto pada Senin (22/8).

Walau aksi unjuk rasa yang semula dijadwalkan dengan konvoi kendaraan urung dilakukan dan diganti dengan berjalan kaki, arus lalulintas dari arah Semanggi menuju Palmerah di Jalan Gatot Subroto, tepatnya depan DPR RI terlihat tersendat. Hal tersebut dikarenakan satu dari tiga lajur kendaraan tertutup pengunjuk rasa yang melakukan longmarch.

Seperti diketahui sebelumnya, anggota taksi online wilayah Jabodetabek menggelar unjuk rasa terkait penerapan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 32 Tahun 2016 tentang Pengaturan Angkutan Umum Berbasis Aplikasi.

Keluhan tersebut seperti yang disampaikan oleh Rahmat Setiawan (29) anggota Uber Car asal Cimanggis, Jawa Barat. Mewakili anggota Uber Car, pemuda yang akrab disapa Kongkong itu menilai pemberlakuan peraturan tersebut sangat memberatkan pengemudi taksi online seperti dirinya.

"Peraturan itu sudah jelas memberatkan, karena kita diwajibkan untuk urus lagi SIM A untuk jadi SIM A Umum dan uji KIR (Pemeriksaan Kendaraan Bermotor-red) yang jelas-jelas banyak calonya," jelasnya di Parkir Timur Senayan, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Senin (22/8).

Namun, lanjutnya, hal yang paling memberatkan pengemudi taksi online adalah balik nama kendaraan, dari semula kendaraan pribadi menjadi kendaraan atas nama perusahaan. Sebab mayoritas pengemudi taksi online adalah pekerja yang notabene mencari pendapatan tambahan.

"Jadi bukan seperti yang disangkakan, kita ini mencari masukan (pendapatan-red) sampingan. Jadi jelas kita keberatan kalau status mobil pribadi kita diganti jadi perusahaan, dari plat hitam jadi plat kuning," jelasnya. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help