Musim Hujan

Ini Penyebab Hujan Deras Guyur Indonesia Meski Musim Kemarau

Wilayah Indonesia secara umum sejak April sampai awal pertengahan Agustus ini sebenarnya masih masuk dalam musim kemarau.

Ini Penyebab Hujan Deras Guyur Indonesia Meski Musim Kemarau
@RadioElshinta/@HariyantoDeny
Lalu lintas di Tol Jagorawi hujan lebat, Jumat (18/4/2014) sore. Arus kendaraan terpantau ramai lancar. 

WARTA KOTA, DEPOK - Wilayah Indonesia secara umum sejak April sampai awal pertengahan Agustus ini sebenarnya masih masuk dalam musim kemarau.

Namun sejak beberapa bulan lalu pula, curah hujan yang tinggi masih tetap terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia, meski musim kemarau sudah datang.

Fenomena ini menandakan bahwa Indonesia berada dalam kondisi kemarau basah atau Well Spell, yang diperkirakan akan terus terjadi sampai penghujung akhir tahun 2016, atau sampai saat masuknya musim hujan, sekitar Oktober.

Hal itu dikatakan Kepala Biro Humas dan Organisasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Wahyu Adjie kepada Warta Kota, Jumat (19/8/2016).

"Kemarau basah dikenal pula dengan sebutan Well Spell, dimana sebenarnya sudah masuk musim kemarau tetapi masih terus terjadi curah hujan yang tinggi," kata Wahyu.

Kepala BMKG, Andi Eka Sakya menambahkan adanya fenomena kemarau basah di Indonesia ini, berdasarkan dari pengamatan 50 tahun terakhir. Penyebabnya karena pasca terjadinya El Nino yang akan diikuti langsung La Nina.

Dimana La Nina merupakan fenomena mendinginnya suhu muka laut di Samudera Pasifik area khatulistiwa, yang mendorong bertambahnya suplai uap air bagi Indonesia sehingga curah hujan akan cenderung meningkat.

Sedangkan El Nino merupakan kebalikan, yaitu musim kemarau panjang dengan minim curah hujan.

Hal ini, kata Andi, menjadikan kondisi kemarau basah terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia. "Bahkan hanya 26 persen wilayah Indonesia yang benar-benar merasakan musim kemarau" kata Andi.

Menurutnya paska El Nino yang diikuti La Nina membuat kemarau basah terjadi di Indonesia. "Sehingga terjadi kondisi kemarau basah di Indonesia, karena fenomena itu," katanya.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help