Warga Rawajati Tolak Relokasi

Warga Rawajati, Pancoran menolak direlokasi ke Rusun Marunda karena jauh dari tempat tinggal mereka saat ini.

Warga Rawajati Tolak Relokasi
Warta Kota/Panji Bhaskara Ramadhan
Kondisi terkini Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (23/7/2016), yang terlihat mulai kumuh. 

WARTA KOTA, PANCORAN-Aparat Kecamatan Pancoran menggelar sosialisasi terhadap 60 Kepala Keluarga (KK) yang berada di pinggiran rel kereta api, RT 09/04 Kelurahan Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan. Rencananya puluhan warga itu akan direlokasi ke Rumah Susun Marunda, Jakarta Utara.

Warga menolak direlokasi ke Rusun Marunda karena jauh lokasi rusun dari tempat tinggal mereka saat ini. Apalagi, banyak anak sekolah serta para pekerja tinggal di daerah Pancoran. Mereka ingin direlokasi ke Rusun yang ada di Jakarta Selatan.

"Kami tak mau tinggal di Rusun Marunda karena sangat jauh sekali," kata Wulandari (45), warga RT 09/04, Jumat (19/8/2016).

Menurutnya, kebanyakan warga menolak diboyong ke Rusun Marunda karena terlalu jauh dari lokasi sekarang. Mereka juga khawatir kesulitan untuk mencari pekerjaan, atau berusaha maupun kelangsungan pendidikan anak-anaknya.

"Kalau mau disediakan Rusunawa di Jakarta Selatan agar mudah beradaptasi," kata wanita paruh baya itu.

Sementara itu, Camat Pancoran, Herry Gunara menjelaskan 60 KK yang ber-KTP DKI itu tidak akan mendapat ganti rugi. Pasalnya, tanah yang mereka duduki atau tempati selama belasan tahun merupakan tanah negara.

"Meski tak dapat ganti rugi, mereka difasilitasi untuk mendapatkan tempat tinggal di Rusun Marunda," kata Herry.

Dikatakan Herry, warga akan dibantu untuk kepindahan ke lokasi baru hingga fasilitas sekolah. Bahkan, bagi yang berdagang disediakan kios di Pasar Tebet Timur binaan PD Pasar Jaya.

Rencananya pada 1 September hunian tersebut akan dibongkar ratusan petugas gabungan. Dalam pembongkaran tidak akan diberikan Surat Peringatan (SP) 1 sampai 3.

Lurah Rawajati, Rudi Budianto mengatakan pihaknya membuka waktu pendaftaran bagi warga yang bersedia direlokasi ke Rusun Marunda mulai 19-23 Agustus. Keesoknya hingga 30 Agustus akan diadakan pengundian rusun.

"Kami akan mengirimkan surat pemberitahuan kepada warga supaya pada 24 sampai 30 Agustus untuk mengosongkan sendiri huniannya, jika tidak akan dibongkar paksa pada 1 September," tuturnya.

Penulis: Bintang Pradewo
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved