Properti

Inilah Beberapa Perumahan Baru yang Dekat Stasiun KRL

Kedekatan dengan Stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) menjadi salah satu daya tarik yang ditawarkan para pengembang

Inilah Beberapa Perumahan Baru yang Dekat Stasiun KRL
Warta Kota
Ilustrasi 

WARTA KOTA, BEKASI— Kedekatan dengan Stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) menjadi salah satu daya tarik yang ditawarkan para pengembang untuk memasarkan produknya pada Indonesia Property Expo (IPEX) 2016 yang digelar BTN di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan. Pameran perumahan yang digelar sejak Sabtu (13/8) ini akan berakhir Minggu (21/8).

Perluasan area jangkauan KRL ke beberapa wilayah Bogor, Tangerang, dan Bekasi, apalagi dengan dibangunnya double-double track hingga ke arah Cikarang, Kabupaten Bekasi, menjadikan keberadaan stasiun yang dekat dengan perumahan menjadi nilai tambah tersendiri.

Di Bekasi misalnya, PT Rinjani Karya Kusuma, pengembang Perumahan Premier Serenity yang terletak di Jalan KH Agus Salim, Kota Bekasi menyebutkan dalam brosur yang dibagikan bahwa lokasi perumahan itu hanya 5 menit dari Stasiun Bekasi. “Kalau dihitung jarak, sekitar 3 kilometer. Lokasi proyek kami ada di seberang SMAN 1 Kota Bekasi,” kata Reonaldo, Marketing Premier Serenity kepada Warta Kota, Kamis (18/8).

Padahal, tipe paling kecil di perumahan itu, dengan ukuran 6x15 meter persegi, harganya mencapai Rp1,2 miliar. Tersedia pula berbagai tipe lainnya seperti ukuran 7x15 meter persegi, 8x15 meter persegi, hingga 10x15 meter persegi seharga antara Rp2 miliar hingga Rp3 miliar. “Tipe terkecil kami tinggal sisa sedikit, paling hanya dua unit. Makanya harus buru-buru diambil kalau berminat,” imbuh Reonaldo.

Agak jauh ke timur dari Premier Serenity, ada perumahan Puri Lestari Cikarang yang dikembangkan PT Tata Bumi Lestari. Pengembang yang sukses mengembangkan perumahan Grama Puri ini memasarkan 200-an unit rumah tipe 36 dan 45 dengan luas lahan sama yaitu 72 meter persegi. Harga per unitnya setelah diskon antara Rp262,5 juta hingga Rp338 juta dengan masa KPR antara 10,15, hingga 20 tahun.

“Lokasi perumahan kami sekitar 1 kilometer dari Stasiun Cikarang. Posisi stasiun itu juga dekat dengan Terminal Cikarang. Tipe yang kami pasarkan itu rata-rata berada di jalan utama dengan row besar antara 10-12 meter,” ungkap Aprinda, Eksekutif Marketing Puri Lestari Cikarang.

Menurut Aprinda, konsep perumahan itu ke depannya adalah menjadi kota tersendiri karena luas areanya mencapai sekitar 150 hektar. Rencananya, di lahan tersebut akan dibangun sekitar 20.000 unit rumah berbagai tipe. Saat ini, kawasan tersebut sudah dihuni sekitar 2.000-an kepala keluarga. “Ke depan, tipe 36 sudah tidak akan dibangun lagi. Kami tinggal mengembangkan tipe 45 ke atas. Saat ini, tipe 36 tersisa sekitar 5 unit,” terang Aprinda.

Di Bogor, tepatnya di Jalan Pendidikan, Cilebeut, ada perumahan Orchid Residence yang menawarkan dua tipe rumah, yaitu 36/84 dan 38/84 dengan harga masing-masing Rp390-an juta dan Rp430-an juta. Tahap pertama, di perumahan seluas total 6 hektar itu akan dibangun 173 unit rumah dari rencana 250-an unit.

“Lokasi perumahan kami ini lumayan dekat dari Stasiun Cilebeut, jalan kaki paling sekitar 200 meter. Kalau naik angkot malah nanggung. Soft launching rencananya 8 Januari 2017, bagi peminat silakan bayar Rp1 juta untuk dapat NUP (Nomor Urut Pemesanan,” kata Syarief, Admin Marketing Orchid Realty.

Sedangkan perumahan Grande Village Residence 2 di Jalan Raya Pabuaran, Desa Susukan Bojonggede, Kabupaten Bogor ditawarkan seharga Rp255 juta untuk tipe 30/84 dan Rp250 juta untuk tipe 36/72. “Jarak perumahan kami dengan Stasiun Citayam sekitar 2 kilometer, naik motor cuma 15 menit sudah sampai,” tutur Adel Marketing Grande Village Residence 2.

Menurut Adel, tahap pertama telah terjual 136 unit dan bulan Februari 2017 akan mulai diserahkan. Untuk tahap kedua, kata dia, dari 80 unit yang akan dibangun tinggal tersisa belasan unit. Jika calon pembeli bertransaksi selama pameran berlangsung, akan mendapatkan keringanan karena angsuran tahun pertama disubsidi pemerintah dengan bunga 5,1 persen.

Di Tangerang, rumah subsidi di Green Palme Residence ditawarkan seharga Rp141 juta. Dengan bunga tetap Rp5 persen, pembeli bisa mengangsur Rp877 ribuan per bulan selama 20 tahun, Rp1,05 jutaan per bulan selama 15 tahun, atau Rp1,4 jutaan selama 10 tahun. Perumahan ini berjarak sekitar 1,8 kilometer dari Stasiun Tigaraksa, Cileles, Tangerang.

Green Palme Residence akan membangun 1.300 unit rumah subsidi di lahan seluas 15 hektar. Tahap pertama yaitu cluster Palm Wood, dari 400 unit yang dipasarkan, tinggal sisa puluhan unit saja. “Cluster berikutnya, Palm Leaf, jumlahnya sama 400-an unit juga, tapi belum akan diluncurkan dalam waktu dekat,” kata Eko Ferdiana properti konsultan Green Palme Residence.

Penulis: Ichwan Chasani
Editor: Suprapto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved