Kewarganegaraan Ganda

Pemberhentian Archandra Tahar sebagai Menteri ESDM Dinilai Tepat

Pengamat energi Komaidi Notonegoro menilai pemberhentian Archandra Tahar sebagai Menteri ESDM oleh Presiden Joko Widodo sudah tepat.

Pemberhentian Archandra Tahar sebagai Menteri ESDM Dinilai Tepat
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Menteri ESDM Archandra Tahar. 

WARTA KOTA, JAKARTA - Pengamat energi Komaidi Notonegoro menilai pemberhentian Arcandra Tahar sebagai Menteri ESDM oleh Presiden Joko Widodo sudah tepat.

"Daripada menciptakan kegaduhan berkepanjangan, saya kira itu langkah yang tepat," katanya di Jakarta, Senin (15/8/2016).

Menurut Direktur Eksekutif ReforMiner Institute itu, polemik kewarganegaraan Archandra telah membuat fokus perbaikan sektor ESDM menjadi terganggu.

Komaidi melanjutkan, pemberhentian Archandra yang baru menjabat Menteri ESDM sejak 27 Juli 2016 tentu akan memengaruhi kinerja ESDM.

"Namun, saya pikir akan cepat kembali pulih asalkan dipilih figur Menteri ESDM yang memiliki integritas dengan kepemimpinan yang kuat," ujarnya.

Presiden Joko Widodo melalui Mensesneg M Pratikno, Senin, pukul 21.00 WIB mengumumkan pemberhentian Archandra sebagai Menteri ESDM yang berlaku mulai Selasa (15/8/2016) pagi.

"Menyikapi pertanyaan-pertanyaan publik mengenai status kewarganegaraan Menteri ESDM Archandra Tahar dan setelah memperoleh informasi dari berbagai sumber, Presiden memberhentikan dengan hormat Archandra sebagai Menteri ESDM," ujar Pratikno.

Pratikno melanjutkan, Presiden menunjuk Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan sebagai Pelaksana Tugas Menteri ESDM sampai ditetapkan Menteri ESDM definitif.

Sebelumnya, sesuai viral yang beredar di media sosial seperti WhatsApp sejak Sabtu (13/8/2016), Archandra disebutkan memiliki kewarganegaraan AS setelah melalui proses naturalisasi sejak Maret 2012.

Archandra disebut telah mengucap sumpah setia kepada AS saat itu.

Halaman
12
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help