Kalimalang Jadi Arena Perayaan Lomba Panjat Pinang

Medianya kan air di bawah, jadi kalau jatuh ya paling kecebur. Kalau di tanah kan berbahaya sekali ya benturannya

Kalimalang Jadi Arena Perayaan Lomba Panjat Pinang
Warta Kota/Rangga Baskoro
Sungai Kalimalang yang membentang dari daerah Cikarang hingga Jakarta Timur kerap digunakan sebagai arena perlombaan 17 Agustus yang sejatinya memiliki niatan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme serta semangat bahu membahu diantara sesama. 

WARTA KOTA, JAKARTA - Kemerdekaan bangsa Indonesia dapat diraih dengan cara mengorbankan keringat dan darah para pahlawan yang gugur di medan pertempuran. Kini di saat Indonesia telah merdeka, perjuangan tidak lagi dilambangkan melalui tajamnya bambu runcing, namun digantikan dengan suka cita melalui perlombaan.

Sungai Kalimalang yang membentang dari daerah Cikarang hingga Jakarta Timur kerap digunakan sebagai arena perlombaan 17 Agustus yang sejatinya memiliki niatan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme serta semangat bahu membahu diantara sesama.

"Sebenarnya perlombaan panjat pinang di Kalimalang ini bukan tradisi juga. Tapi karena kami selalu mengadakannya di setiap tahun, jadi terkesan seperti itu. Kata warga sini, ada yang kurang kalau gak bikin lomba," ucap Fajar M Zialiq, tokoh masyarakat di RT 03 RW 13, Pondok Kelapa Selatan, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, pada Selasa (16/8).

Alasan dipilihnya Kalimalang sebagai area perlombaan dikatakan olehnya merupakan pertimbangan dari berbagai pihak dengan alasan kemanan.

"Medianya kan air di bawah, jadi kalau jatuh ya paling kecebur. Kalau di tanah kan berbahaya sekali ya benturannya," tuturnya.

Kendati demikian, Fajar tidak menampik bahwa media air juga memilki resikonya sendiri yang juga tidak kalah berbahaya, untuk itu dirinya beserta panitia lain sudah melakukan antisipasi.

"Makanya kita beritahu dari awal, kalau yang daftar minimal harus bisa berenang, itu syaratnya. Untuk menghindari kecolongan, kami juga biasanya menyediakan tim penyelamat yang berjaga dipinggir sungai. Mereka berasal dari warga kita juga," kata Fajar.

Selama 10 tahun penyelenggaraan peringatan momen bersejarah ini, Fajar mengaku belum pernah ada peserta yang hanyut dan terbawa arus sungai sedalam 4 hingga 5 meter ini.

"Dulu sih ada yang nekat ikut padahal gak bisa berenang, pas dia kecebur dan kita tahu kalau dia gak bisa, langsung kita sigap nolong dia," imbuhnya.

Di ujung tiang sepanjang 11 meter, telah menanti beberapa hadiah menarik bagi para peserta sebagai pengganti jerih payah usaha mereka dalam memanjat pinang yang nantinya akan dioleskan oli untuk mempersulit tantangan.

Halaman
12
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved