Venna Melinda Jalani Amanah ke Tulungagung

Seluruh anggota DPR RI periode 2014-2019 sedang memasuki masa reses dalam pekerjaannya.

Venna Melinda Jalani Amanah ke Tulungagung
Arie Puji Waluyo
Venna Melinda saat ditemui di kediamannya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (29/7). 

WARTA KOTA, PALMERAH - Seluruh anggota DPR RI periode 2014-2019 sedang memasuki masa reses dalam pekerjaannya.

Namun, masa ini tidak dipergunakan oleh anggota DPR RI untuk berleha-leha dalam menjalani tugasnya sebagai wakil rakyat.

Mereka diharuskan untuk mengunjungi Daerah Pemilihan (Dapil) untuk melakukan pengawasan dan pembangunan.

Dalam rangka menjalani fungsi legislatif dan juga pengawasan pada masa reses, Venna Melinda (44) melakukan kunjungan ke salah satu daerah pemilihannya, yakni Tulungagung, Jawa Timur pada masa sidang V tahun sidang 2015-2016 yang dimulai sejak 29 Juli 2016, hingga 15 Agustus 2016.

Ketika mengunjungi Tulungagung, Venna --panggilan Venna Melinda-- mengunjungi beberapa Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam rangka sosialisasi program Indonesia Pintar di tahun 2016.

Politisi Partai Demokrat ini juga mengunjungi SDN Kedungwaru 1 Tulungagung, yang mendapatkan bantuan alat kesenian sejumlah Rp 90 juta dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI pada tahun 2015.

Selain sosialisasi Program Indonesia Pintar, Ketua Departemen Kebudayaan dan Pariwisata DPP Partai Demokrat ini juga melakukan tatap muka langsung dengan konstituennya dan melakukan beberapa rangkaian acara, yakni senam sehat bersama Venna Melinda dan juga lomba masak ayam khas Tulungagung, yaitu Ayam Lodho yang berlangsung di Lapangan Desa Somben, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, pada Sabtu (6/8).

Tentu, mantan publik figur ini memiliki harapan yang baik dalam menjalani kunjungan ke Dapil. Venna berharap bisa semakin mempererat kedekatannya dengan Dapil Jatim VI, khususnya di Tulungagung.

"Apalagi dalam kunjungan reses kali ini, saya juga melakukan acara Halal bi Halal dengan DPC, PAC dan Ranting-Ranting Partai Demokrat di Tulungagung. Saya berharap ke depannya, Partai Demokrat bisa makin solid dan kuat,” kata politisi kelahiran Surabaya, 29 Juli 1972 itu.

Selain aktif di lembaga legislatif dan fokus untuk mengawasi dapilnya, ibu dua anak ini ternyata juga konsen atau fokus terhadap pendidikan non formal. Khususnya bagi anak-anak jalanan dan anak-anak marginal.

Tercatat sejak menjabat sebagai Anggota DPR RI, Venna Melinda, sudah mengunjungi sekitar 12 komunitas anak jalanan dengan fokus untuk pendidikan non formal.

Dari 12 komunitas tersebut, di antaranya Sekolah Anjal di Pemukiman Bantar Gebang(2009), Rumah Singgah Sekar Pedongkelan (29 Juli 2010), Sekolah Anak Jalanan (SAJA) (29 Juli 2011), Sekolah Anak Jalanan Kolong Jembatan Grogol (19 Januari 2012), Komunitas Terminal Hujan, Bogor (29 Juli 2012), Komunitas Peduli Anak Jalanan (KOPAJA), Gandaria, Jaksel (5 Desember 2012), Komunitas Save Street Child, Depok (23 Januari 2013), Komunitas Jendela, Manggarai (21 Februari 2013), Komunitas Anak Teladan, Tanah Abang (23 Maret 2013), Komunitas Riyadhlul Muchsinin, Pondok Gede (15 Juli 2013).

Venna Melinda mengaku akan terus berjuang bagi anak-anak, agar semua mendapat kesempatan yang sama dalam dunia pendidikan.

“Saya akan terus berjuang dari sisi anggaran, regulasi dan pengawasan. Apalagi ini sesuai dengan tugas saya sebagai Anggota Dewan. Semua harus jelas badan hukumnya,” ucap Venna Melinda.

Melihat kumpulan foto-foto saat Venna melakukan reses ke Tulungagung, masyarakat di sana terlihat sangat antusias menerima kedatangan anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat itu.

Peluk hangat serta melakukan foto bersama sebagai bukti, bagaimana anggota dewan bisa menyatu dan berbaur kepada masyarakat yang sudah memilihnya, untuk menjabat menjadi anggota DPR RI.

Menjadi seorang public figur dan dipercaya menjadi anggota DPR RI, bukan lah tugas mudah bagi Venna Melinda.

Berbagai macam persoalan harus bisa diatasi, karena Venna harus mengacu pada UU No. 17 Tahun 2014 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, jelas ini merupakan salah satu acuan bagi intitusi DPR untuk melakukan tugas dan fungsinya.

Sumpah DPR yang diambil dalam pelantikan pada paragraf terakhir, disebutkan bahwa terdapat janji mulia DPR untuk memperjuangkan aspirasi rakyat yang diwakili untuk mewujudkan tujuan nasional, demi kepentingan bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia.

Sumpah tersebut juga diejawantahkan dalam pasal-pasal yang ada, di mana intisari dari kesemua pasal-pasal di dalam UU tersebut adalah Anggota DPR bertugas untuk melakukan penyerapan, penghimpunan, penampungan, penindaklanjutan aspirasi masyarakat melalui usulan dan perjuangan program pembangunan Dapil sebagai bentuk pertanggungjawaban secara moral dan politis kepada konstituen di Dapil.

Dalam pelaksanaan perjuangan aspirasi masyarakat tersebut, anggota DPR juga melakukan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan Anggaran Pembangunan Belanja Negara (APBN) dan perjuangan kepentingan masyarakat. Peraturan DPR RI tentang Tata Tertib tahun 2014 menjadi instrumen penjelas yang mengatur secara prosedural tugas, wewenang, hak, dan kewajiban anggota.

Sebelum menjadi anggota DPR RI, mantan istri Ivan Fadilla ini terkenal melalui bakatnya di dunia seni peran.

Venna yang mengawali karirnya dengan berperan dalam film 'Catatan Si Boy II' pada tahun 1988. Kemudian, ia mengepakan sayap dalam karir keartisannya itu, dengan mengikuti kontes Abang None tahun 1993 dan menjadi pemenang kontes kecantikan Puteri Indonesia 1994.

Setelah itu, Venna pun mengisi peran dalam sinetron-sinetron layar kaca Indonesia. Seperti, Bella Vista, Bulan Bukan Perawan, Opera Jakarta, Tersanjung 5, dan Maha Pengasih. Untuk tetap menjaga eksistensinya di dunia hiburan, ia juga aktif mengembangkan hobinya dalam hal perawatan tubuh dan kebugaran.

Berawal dari pendirian studio senam, dia lalu merambah dunia tari Salsa. Venna sempat memiliki "Sanggar Senam dan Fitness Venna Melinda", namun akhirnya dia menutup studio senam tersebut karena ketidakjelasan manajemen yang mengelolanya.

Wanita berdarah Bali ini juga mengeluarkan DVD berisi senam dengan 'exotic dance'. (Arie Puji Waluyo)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved