Pradi Merasa Dipukul Telak, Depok Jadi Produsen Mi Bikini

Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna mengaku serasa dipukul telak, setelah terungkapnya fakta mi kremes Bikini diproduksi di Sawangan, Depok.

Pradi Merasa Dipukul Telak, Depok Jadi Produsen Mi Bikini
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Rumah Tiwi di Sawangan Baru, Depok, tempat memproduksi Mie Bikini yang disatroni BPOM Bandung dan Polresta Depok, Sabtu (6/8) dinihari. 

WARTA KOTA, DEPOK - Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna mengaku serasa dipukul telak, setelah terungkapnya fakta bahwa mi kremes Bikini (bihun kekinian) yang berbau pornografi itu ternyata diproduksi di salah satu rumah di Depok, yakni di Jalan Muchtar, Gang Masjid, Sawangan Baru, Sawangan, Depok.

Apalagi kata dia, diketahui pembuatnya adalah warga Depok yakni Pertiwi Darmawanti Oktavia (19), mahasiswi perguruan tinggi bisnis di Bandung, dan sudah berlangsung sejak Maret 2016.

"Kami benar-benar merasa dipukul telak. Karena produksi camilan yang meresahkan ini dilakukan di Depok dan luput dari perhatian. Kami sudah kecolongan," kata Pradi, Selasa (9/8/2016).

Menurutnya ada beberapa hal yang membuat hal ini luput dari pihaknya. Salah satunya karena produk dipasarkan secara online.

"Setelah ini, saya sudah minta kepada dinas terkait untuk juga mengawasi peredaran produk yang dipasarkan secara online. Sidak ke lapangan ternyata belum cukup," kata Pradi.

Selain itu kata dia ke depan pihaknya akan lebih intensif melakukan pembinaan terhadap usaha kecil dan menengah serta home industri di Depok.

"Kepada masyarakat Depok kami harap juga ikut mengawasi. Jika ada yang meresahkan tentang produk yang dibuat di wilayahnya agar melapor ke kami, biar kami tindak lanjuti," kata Pradi.

Seperti diketahui BBPOM Bandung menggerebek rumah di Jalan Muchtar, Gang Masjid, Sawangan Baru, Sawangan, Depok karena menjadi tempat produksi mi bikini yang kemasannya dianggap berbau pornografi.

Pembuatan produk ini dipastikan tanpa izin edar dan pembuatnya adalah Pertiwi Darmawanti Oktavia (19) alias Tiwi, warga Depok yang merupakan bekas mahasiswa perguruan tinggi bisnis di Bandung.

Tiwi membuat produk meresahkan itu berawal dari tugas home project business di kampusnya. Oleh BBPOM Bandung, Tiwi telah ditetapkan tersangka karena membuat produk tanpa izin edar. Meski begitu Tiwi tidak ditahan.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help